logo alinea.id logo alinea.id

Polda Riau tingkatkan pengamanan usai serangan di Polsek Wonokromo

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 19 Agst 2019 07:15 WIB
Polda Riau tingkatkan pengamanan usai serangan di Polsek Wonokromo

Aparat Polda Riau meningkatkan pengamanan pasca-serangan yang terjadi di Polsek Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Polda Riau yang pernah menjadi lokasi sasaran serangan teroris pada 16 Mei 2018 lalu, tak mau kejadian serupa terulang.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, pihaknya meningkatkan pengamanan personel polisi menyusul serangan yang terjadi pada Sabtu (17/8).

"Kita punya pengalaman seperti itu ya. Setelah itu ada instruksi kepala Polda terkait pengamanan personel di lapangan. Telah ada instruksi peningkatan pengamanan personel," kata Sunarto di Pekanbaru, Minggu (18/8).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan usai serangan yang terjadi di Polsek Wonokromo. Khofifah meminta jajaran di bawahnya untuk meningkatkan upaya pemantauan, agar hal serupa tidak terulang.

"Kita harus meningkatkan kewaspadaan bersama. Jangan melihat ini lingkup Polsek. Jangan melihat ini siapa atau korbannya satu orang dan seterusnya, tetapi bahwa hal-hal yang bisa mengindikasikan kemungkinan terjadinya ancaman, terjadinya kemungkinan ketidaktenangan," kata Khofifah di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, di Surabaya, Minggu (18/8).

Dia meminta jajarannya untuk menambah keberadaan CCTV. Hal ini dinilai penting untuk memudahkan pemantauan. Dia pun berharap masyarakat atau pengusaha dapat melakukan hal serupa, untuk memperluas area pantau CCTV.

"CCTV harus diperbanyak, saya rasa di banyak tempat, pasar, tempat pertemuan, seyogyanya. Saya juga sekaligus meminta kabupaten/kota bisa memperbanyak CCTV supaya pemantauan secara teknologi bisa dilakukan," ujarnya. 

Khofifah yang membesuk anggota Polsek Wonokromo yang menjadi korban penyerangan, berharap Iptu Agus Sumartono dapat segera pulih. Ia pun berharap kolega dan kerabatnya terus mendukung Agus agar semangat yang dimilikinya dapat terjaga.

Sponsored

"Aiptu Agus ada semangat dan motivasi, serta ketahanan fisik yang luar biasa. Saya berharap ada semangat yang akan terus bisa didukung terutama oleh anggota keluarga terdekat terutama istri dan anak-anaknya," ujar Khofifah.

Serangan di Polsek Wonokromo dilakukan oleh Imam Mustofa alias Ali, yang diduga merupakan anggota kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) dan terafiliasi dengan ISIS. Imam melancarkan serangan tersebut dengan berpura-pura menyampaikan laporan ke bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wonokromo.

Dalam proses laporan, Imam tiba-tiba menyerang personel polisi yang melayaninya dengan menggunakan celurit. Iptu Agus Sumartono yang tengah menjalankan piket jaga, terkena sabetan celurit hingga harus mendapat perawatan medis. (Ant)

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB