logo alinea.id logo alinea.id

Polisi beberkan kerugian akibat kerusuhan 22 Mei

Tiga ruko milik warga di Petamburan, Jakarta Barat juga dirusak oleh para perusuh.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 19 Jun 2019 17:14 WIB
Polisi beberkan kerugian akibat kerusuhan 22 Mei

Penyidik kepolisian telah merampungkan pendataan kerugian akibat kerusuhan yang mewarnai unjuk rasa menolak hasil pemilihan umum atau Pemilu 2019 pada 21 dan 22 Mei 2019. Polri mengklaim banyak mengalami kerugian. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, membeberkan sejumlah kerugian Polri. Antara lain berupa kerusakan kendaraan dan beberapa bangunan yang dibakar oleh para perusuh.

Sebanyak 15 buah kendaraan di Asrama Brimob di Petamburan, Jakarta Barat, dirusak. Lalu, 29 kendaraan roda empat rusak sedang dan rusak parah. Juga dua bus milik Brimob dibakar, dua bus Brimob dirusak, dua truk Brimob dirusak dan satu truk Rubicon Brimob dirusak.

Lalu, ada satu mobil dinas Toyota Rush milik Brimob dirusak. Kendaran tersebut diketahui berada di daerah Palmerah, Jakarta Barat. “Ada juga empat kendaraan di Pospol Sektor Sabang dirusak,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/6).

Bangunan yang mengalami rusak, kata Argo, yakni mess milik Polri di Petamburan Jakarta Barat, Pos Polisi Sektor Sabang, Sektor Cut Mutia, dan Sektor Slipi Jaya. Selain merusak bangunan milik polisi, para perusuh juga merusak bangunan milik warga, berupa tiga ruko. Ini terjadi di Petamburan, Jakarta Barat.

Di luar kerugian fisikl, kata Argo, ratusan anggota polisi yang mengamankan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi korban kerusuhan. Mereka mengalami luka berat dan luka ringan.

"Penyidikan ini berkaitan kerusuhan tadi, ada korban dari polisi dan ada kerugian. Dari polisi ada 234 anggota Polri yang jadi korban," ujar Argo.

Menurut Argo, pihaknya belum dapat menyebutkan nilai kerugian materiil atas kerusakan yang diterima Polri. Namun, sejumlah fasilitas yang rusak tersebut sejauh ini mulai diperbaiki.

Sponsored