sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polisi buka kemungkinan lanjutkan perkara Rizieq Shihab

Pihak kepolisian tak akan terlibat dalam kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 10 Jul 2019 13:07 WIB
Polisi buka kemungkinan lanjutkan perkara Rizieq Shihab

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia membuka kemungkinan untuk melanjutkan kasus hukum yang menjerat pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Peluang itu terbuka terjadi apabila Rizieq yang saat ini berada di Arab Saudi kembali ke Tanah Air. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kemungkinan itu tergantung kewenangan penyidik. “Semua itu tergantung penyidik. Apabila memungkinkan, ya akan dilanjutkan dan didalami terlebih dahulu,” kata Dedi saat perayaan HUT ke-73 Bhayangkara di Monas, Jakarta, Rabu (10/7).

Dedi menjelaskan, saat ini pihak kepolisian belum bisa memproses hukum Rizieq Shihab. Pasalnya, sampai saat ini Rizieq Shihab masih berada di Arab Saudi sejak kepergiannya untuk umrah pada 26 April 2017.

Saat itu, tengah muncul kasus chat (percakapan) via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga menjerat pemimpin FPI itu dengan seorang perempuan bernama Firza Husein. Setahun berjalan, polisi menghentikan kasus tersebut dengan alasan tidak cukup bukti.

Pihak kepolisian, kata Dedi, tidak terlibat dalam pemulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Pihaknya memastikan hanya akan turut serta dalam proses hukum. “Kalau kepulangan tidak ada kaitannya dengan Polri,” ucap Dedi.

Diberitakan sebelumnya, Partai Gerindra mengajukan sejumlah syarat kepada kubu Jokowi agar rekonsiliasi dengan kubu Prabowo setelah Pemilu terjadi. Salah satu syaratnya yakni memulangkan Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Juga meminta beberapa tokoh pendukung Prabowo yang ditahan agar dibebaskan oleh polisi. 

“Ya keseluruhan bukan hanya itu (pemulangan Rizieq) kan beberapa waktu lalu banyak ditahan-tahanin ratusan orang," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Jakarta, Selasa (9/7) kemarin.

Dia menilai, dengan pemulangan Rizieq dan pembebasan para tokoh diharapkan ketegangan di tengah masyarakat mengendur, dan tak ada lagi gesekan. Menurut Muzani, tidak ada syarat lain yang diajukan pihaknya kepada Jokowi, selain pemulangan Rizieq dan pembebasan sejumlah orang yang ditahan karena perbedaan pandangan politik di Pemilu 2019.

Sponsored

"Tidak ada (syarat lain), pokoknya yang penting adalah bagaimana perbedaan paham, perbedaan pandangan perbedaan pilihan di masyarakat kemudian menjadi sesuatu yang cair," ujarnya.

Dia menilai kalau perbedaan pandangan itu bisa cair maka diyakini ada energi bagi bangsa Indonesia untuk menata ke depan untuk membangun Indonesia. Selain itu, Muzani mengatakan, rekonsiliasi antar dua kubu akan sulit diwujudkan apabila hanya ucapan saja tanpa adanya tindakan.

"Islah yang sekarang harus dilakukan itu harus meniadakan dendam, harus meniadakan bahwa saya pemenang dan kamu yang kalah, saya penguasa, kamu yang dikuasai sehingga islah itu tidak akan terjadi kalau dendam yang seperti itu masih terjadi," katanya.

Muzani menilai rekonsiliasi hanya akan menjadi dagangan politik dan "lip service" kalau tanpa bisa mengendorkan ketegangan atau pertentangan di masyarakat apabila masih ada proses penahanan terhadap orang-orang yang selama ini berada di kubu oposisi.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mempersilakan Rizieq Shihab pulang sendiri tanpa perlu dibantu oleh pemerintah. Menurut Moeldoko, kepergian Rizieq adalah kemauannya sendiri, sehingga tidak perlu ada kontribusi pemerintah untuk memulangkannya.