logo alinea.id logo alinea.id

Polisi petakan dukungan jaringan internasional kepada OPM

Demonstrasi yang berujung ricuh di Papua dan Papua Barat diduga karena adanya provokasi dari jaringan internasional. 

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 02 Sep 2019 12:59 WIB
Polisi petakan dukungan jaringan internasional kepada OPM

Pihak kepolisian tengah menyelidiki atau memetakan dukungan jaringan internasional kepada gerakan Organisasi  Papua Merdeka atau OPM. Untuk mencari tahu peta dukungan jaringan internasional tersebut, pihak kepolisian menggandeng beberapa instansi terkait seperti Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Luar Negeri. 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol M Iqbal, mengatakan demonstrasi yang berujung ricuh di Papua dan Papua Barat diduga karena adanya provokasi dari pihak-pihak tertentu. Salah satunya keterlibatan jaringan internasional. 

Sayang, ketika disinggung asal jaringan tersebut, Iqbal enggan menyebutkannya secara rinci asal negaranya. Termasuk lembaga atau badan yang menggalang dukungan tersebut. “Kami tidak bisa menyebutkan pihak-pihak itu. Yang pasti kami akan mendalami dugaan itu,” kata Iqbal di Jakarta pada Senin (2/9).

Menurut Iqbal, pihaknya telah memetakan keterlibatan pihak luar dalam ricuh di Papua dan Papua Barat. Bahkan, Polri juga telah menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengungkap hal tersebut.

"Ada pihak-pihak seperti BIN, Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait lainnya yang sudah kita koordinasikan," tuturnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, membenarkan adanya keterlibatan pihak asing dalam kericuhan yang terjadi di Papua. Karena itu, Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional,” kata Tito.

Tito mengaku, pihaknya telah mengantongi identitas pelaku yang diduga menggerakan kericuhan di Papua. Polisi juga telah memetakannya dan mendalami informasi terkait. Jika ditemukan bukti yang cukup, Polri akan menindaknya secara tegas. 

Sponsored

Saat ini, kata Tito, hampir 6.000 pasukan gabungan TNI dan Polri diperbantukan untuk menjaga wilayah timur Indonesia itu. Ribuan pasukan itu disebar di beberapa titik, antara lain Jayapura, Nabire, Paniai, Deiyai, Manokwari, Sorong dan Fakfak.

Saat ini, Tito mengatakan, keterlibatan pihak luar tersebut tengah dibahas dalam sebuah forum bersama pihak terkait. Polri menjamin akan mengungkap jaringan itu.