logo alinea.id logo alinea.id

Polisi sebut kemungkinan Briptu Heidar jadi incaran KKSB

Heidar telah mengungkap banyak kasus yang dilakukan KKSB.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 13 Agst 2019 12:41 WIB
Polisi sebut kemungkinan Briptu Heidar jadi incaran KKSB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkap kemungkinan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) telah mengincar nyawa Briptu Heidar. Dugaan ini lantaran Heidar merupakan sosok yang berani dalam mengungkap tindakan kriminal KKSB.

“Heidar ini sudah mengungkap banyak kasus yang dilakukan KKSB, seperti pemerkosaan, pengancaman, penganiayaan, sampai dengan pembunuhan. Dia sangat berani dalam mengungkap KKSB dengan medan yang sulit,” kata Dedi di Humas Polri, Jakarta, Selasa (12/8).

Menurut Dedi, kasus-kasus KKSB yang diungkap Heidar tidak hanya terjadi di Nduga, tetapi juga di Jayapura, Paniai, dan Puncak Jaya. Namun Dedi tidak mau berspekulasi alasan penyanderaan yang hanya terjadi pada Heidar.

Dedi menjelaskan, lokasi penembakan Heidar dari titik pertemuannya dengan Bripka Alfonso tidak terpaut jarak yang jauh. Setelah menembak, KKSB lari ke hutan menghindari pengejaran aparat keamanan.

“Jarak sekitar 50 meter. Setelah menembak, melarikan diri ke hutan karena takut ditangkap,” ujar Dedi.

Briptu Heidar tewas di tempat setelah bagian belakang kepalanya ditembak KKSB pada Senini (12/8). Ia ditembak setelah berusaha melarikan diri dari penyanderaan yang dilakukan KKSB.

Jenazah Heidar telah dievakuasi ke Timika, untuk selanjutnya dibawa ke Makassar. Jenazah anggota satuan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua kelahiran 17 Juli 1995, akan dimakamkan di kampung halamannya di Barru, Sulawesi Selatan. 

Di rumah orang tua Heidar, sejumlah karangan bunga tampak memenuhi halaman. Ayah Heidar, Kaharuddin, mengaku tak mendapat firasat apa pun atas peristiwa yang menimpa putra sulungnya dari tiga bersaudara.

Sponsored

"Tidak ada firasat yang saya rasakan, hingga kemarin saya dapat info itu jam tiga sore Wita," kata Kaharuddin.

Menurutnya, kondisi jaringan telekomunikasi yang kurang baik selama ini, membuat keluarga jarang berkomunikasi dengan Heidar. 

"Karena susahnya jaringan, saya terakhir komunikasi dengan dia saat Idul Fitri yang lalu," ujarnya.