sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polisi: Penusukan suporter Indonesia di Malaysia sebelum pertandingan

Polri sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Malaysia terkait kasus penusukan tersebut.

Ayu mumpuni Marselinus Gual
Ayu mumpuni | Marselinus Gual Jumat, 22 Nov 2019 17:11 WIB
Polisi: Penusukan suporter Indonesia di Malaysia sebelum pertandingan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, membenarkan adanya peristiwa penusukan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia saat akan menyaksikan pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia 2022. 

Argo mengatakan, WNI yang menjadi korban penusukan bernama Fuad. Ia tidak hanya terluka karena benda tajam, tetapi juga mendapatkan perlakuan pengeroyokan dari sejumlah suporter Malaysia. 

“Memang benar ada warga negara Indonesia yang menonton pertandingan sepak bola di Malaysia yang tanganya luka kena benda tajam,” kata Argo di Jakarta Selatan, Jumat (22/11).

Menurut bekas Kabid Humas Polda Metro Jaya itu, insiden penusukan terhadap suporter Indonesia tersebut terjadi di Bukit Bintang pada Senin, 18 November 2019. Penusukan tersebut terjadi sebelum pertandingan berlangsung.

“Jadi, warga negara kita sebagai korban di sana. Peristiwanya sebelum pertandingan,” ucap Argo.

Argo mengaku Polri sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Malaysia terkait kasus penusukan tersebut. Saat ini, kata dia, kasusnya pun tengah ditangani oleh polisi Malaysia. Karena itu, belum diketahui alasan warga Malaysia menusuk suporter Indonesia. 

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mengecam sikap Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman yang terkesan bungkam terkait dugaan pengeroyokan yang dialami suporter Tim Nasional Garuda oleh pendukung Timnas Malaysia.

"TERUSLAH BUNGKAM SYED SADDIQ. Telah ada fakta yang terang benderang: bahwa terjadi penusukan, pengeroyokan, pelemparan flare "bom api" ke tribun pendukung Indonesia, dan penghinaan supporters Malaysia mengatakan "Indonesia Anjing"," kata Jansen dalam unggahan akun Instagramnya @jensensitindaon di Jakarta, Jumat (22/11)..

Sponsored

Menurut Jansen, jika Menteri Syed terus bungkam bukan tidak mungkin hubungan antara Indonesia dan Malaysia bertambah panas. Hal itu langsung disampaikan Jansen dengan menybut akun Instagram Menteri Syed.

"Anda masih saja terus diam @syedsaddiq! Ingat, sedikit banyak ada kontribusi anda membuat semua ini jadi tambah panas @syedsaddiq," kata Jansen.

Lebih lanjut Jensen menilai sikap Syed berbeda terkait pernyataannya sebelumnya menyikapi beberapa fans Malaysia yang dipukuli oknum suporter Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada laga Indonesia vs Malaysia, 5 September. Saat itu menteri termuda Malaysia itu sangat vokal menuntut investigasi dan permintaan maaf dari Indonesia.

"Syed Saddiq sendiri ikut menyaksikan laga tersebut dari tribune khusus di GBK. Kemarin di Jakarta anda berkoar-koar dan sok merasa paling benar, sekarang mulut anda diam terkunci rapat. Padahal kesalahan hari ini nyata di pihak anda. Bahkan untuk mengatakan maafpun anda sulit. Hubungan 2 bangsa serumpun ini harus terus terjalin, jangan sampai rusak karena perilaku reaktif anda @syedsaddiq. Harapan saya mari kita selesaikan ini baik² dan secara beradab," kata Jensen.

Suporter Tim Nasional Garuda diduga dikeroyok hingga luka tusuk oleh pendukung Timnas Malaysia. Kejadian berlangsung saat laga Malaysia versus Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil pada Selasa (19/10).

Sebuah video pengeroyokan sejumlah orang yang diduga suporter Timnas Merah Putih beredar di media sosial Twitter. Bahkan, tanda pagar (tagar/hashtag) #GanyangMalaysia menjadi trending topik nomor satu di Twitter.

Berita Lainnya