sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi ungkap kondisi terkini lima WNI fasilitator ISIS

Kelima WNI menjalani proses hukum di Indonesia oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Mabes Polri.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Rabu, 11 Mei 2022 13:54 WIB
Polisi ungkap kondisi terkini lima WNI fasilitator ISIS

Polri mengungkapkan perkembangan terkini perihal lima Warga Negara Indonesia (WNI) yang diketahui menjadi fasilitator bagi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kelima orang itu kini menjalani proses hukum di Indonesia oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Mabes Polri.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, WNI atas nama Ari Kardian telah menjalani proses hukum sebanyak dua kali terkait hal tersebut. Hukuman pertama dan kedua diberikan padanya selama tiga tahun.

“Ari Kardian sudah bebas, kasusnya memfasilitasi pengiriman orang ke Suriah,” kata Dedi kepada wartawan, Rabu (11/5).

WNI kedua bernama Rudi Heriadi yang telah menjalani hukuman selama tiga tahun enam bulan pada tahun 2019. Ia merupakan deportan dari Suriah.

“Baru bebas,” ucap Dedi.

Sementara, dua WNI lainnya merupakan perempuan yang diketahui masih berada di Suriah. Kedua orang itu ialah Dwi Dahlia Susanti dan Dini Ramadani.

“(Keberadaannya) diketahui dari dokumen perjalanan,” ujar Dedi.

WNI kelima yang masuk dalam daftar Densus 88 saat ini diketahui berada di luar negeri. Orang itu bernama Muhammad Dandi Adiguna.

Sponsored

“Berdasarkan keterangan ayahnya sudah di luar negeri mungkin juga di Suriah,” jelas Dedi.

Dedi menyebut, Densus 88 masih melakukan monitoring kepada lima orang tersebut. Apalagi mereka yang diketahui berada di luar negeri.

Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan NCB Interpol masih menjalani komunikasi dalam melakukan tugas tersebut. Polri menjalani komunikasi dengan setiap Interpol setiap negara yang diduga tempat WNI tersebut berada.

“Densus sudah laksanakan pemantauan terus terhadap lima WNI tersebut. Khusus yang diduga masih berada di luar negeri akan dikomunikasikan antara Hubinter NCB dengan interpol di negara-negara yang diduga tempat WNI tersebut,” tandas Dedi.

Sebagai informasi, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan nama lima fasilitator keuangan ISIS yang beroperasi di seluruh Indonesia, Suriah, dan Turki dalam situs resmi Departemen Keuangan AS. Mereka disebut memainkan peran kunci dalam memfasilitasi perjalanan ekstremis ke Suriah dan daerah lain lokasi ISIS beroperasi.

Pihak Negeri Paman Sam menyatakan jaringan kelima orang itu itu juga telah melakukan transfer keuangan untuk mendukung upaya ISIS di kamp-kamp pengungsi yang berbasis di Suriah dengan mengumpulkan dana di Indonesia dan Turki, beberapa di antaranya digunakan untuk membayar penyelundupan anak-anak keluar dari kamp dan mengirimkannya ke pejuang asing ISIS sebagai calon rekrutan.

Pengumuman dan pemberian sanksi ini bertepatan dengan pertemuan ke-16 Counter ISIS Finance Group (CIFG) Global Coalition to Defeat ISIS. Amerika Serikat, Italia, dan Arab Saudi ikut memimpin CIFG-yang terdiri dari hampir 70 negara dan organisasi internasional-dan mengoordinasikan upaya melawan jaringan dukungan keuangan ISIS di seluruh dunia.

Berita Lainnya