sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polri: 47 eks ISIS yang akan dipulangkan adalah tahanan

Pemulangan 600 mantan kombatan ISIS masih dalam proses pengkajian.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 03 Feb 2020 17:17 WIB
Polri: 47 eks ISIS yang akan dipulangkan adalah tahanan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Aparat kepolisian menyatakan 47 dari 600 warga negara Indonesia yang sempat bergabung dengan kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria alias ISIS, berstatus sebagai tahanan. Sementara itu, 553 orang lainnya merupakan mantan pendukung ISIS yang saat ini berada di penampungan.

"47 orang sebagai tahanan dan selebihnya pengungsi biasa," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/2).

Menurut Asep, pemerintah harus melakukan sejumlah tahapan sebelum memulangkan kembali mereka ke tanah air. Proses pemulangan juga membutuhkan kerja sama antarlembaga, seperti Kementerian Agama, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Sosial.

Asep menyebut, pihak-pihak itu hingga kini masih melakukan pengkajian secara mendalam sebelum akhirnya benar-benar memulangkan ratusan WNI eks ISIS tersebut.

"Selain mengkaji, penting juga melaksanakan verifikasi dan profiling terhadap orang-orang eks ISIS, apakah benar ini WNI?" ujar Asep.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia berencana memulangkan 600 WNI eks ISIS yang masih berada di Timur Tengah. Meski demikian, pemerintah belum memastikan waktu pemulangan para mantan pendukung ISIS itu.

Di sisi lain, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, ratusan WNI yang pernah tergabung dalam ISIS itu sebagian besar telah membuang dan membakar paspor Indonesia yang mereka miliki. Dengan demikian, mereka sebenarnya sudah tak lagi menyandang status WNI. Untuk memulangkan mereka, pemerintah akan memastikan ratusan orang itu telah meninggalkan ideologi ISIS.

Menurut Fachrul, ratusan eks ISIS itu meminta dipulangkan ke tanah air dengan alasan kemanusiaan. Sebab, saat ini mereka dalam keadaan terlantar di Timur Tengah.

Sponsored
Berita Lainnya