sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polri bentuk tim gabungan usut dugaan korupsi Asabri

Tim berisikan personel Dittipikor Bareskrim dan Ditrekrimsus Polda Metro.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 17 Jan 2020 17:06 WIB
Polri bentuk tim gabungan usut dugaan korupsi Asabri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Kapolri Jendral Idham Azis, memerintahkan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membentuk tim gabungan, guna menangani kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI.

"Saya perintahkan Bareskrim untuk membuat tim gabungan dari Dittipikor dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Untuk langkah-langkah verifikasi dan penyelidikan," katanya di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (17/1).

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menambahkan, penyidik telah bertugas baru sebatas verifikasi dugaan rasuah.

"Penyelidikan yang tentunya langkah-langkah dan progresnya akan dilihat ke depan," ucapnya. Tim gabungan dipimpin Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit.

Namun, Idham tak memerinci jumlah anggota yang masuk tim gabungan tersebut. Juga berapa lama masa kerjanya.

Dugaan korupsi di Asabri kali pertama dilontarkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md, di kantornya, Jakarta, Jumat (10/1). Bahkan, disebut tak kalah fantastis dengan skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Saya mendengar ada isu korupsi Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya. Di atas Rp10 triliun," ujar bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Asabri merupakan perusahaan asuransi yang seutuhnya milik negara. Nasabah mencakup prajurit TNI, anggota Polri, serta pegawai negeri sipil (PNS) Korps Bhayangkara dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Sponsored

Belakangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan, bakal turut mengusut kasus ini. "Kita akan melakukan joint investigation," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, Kamis (16/1).

Sementara, pimpinan Asabri membela diri. Direktur Utama Sonny Widjaja, menegaskan, takada praktik lancung diperusahaan yang dinahkodainya.

Dirinya pun meminta nasabah tak cemas dengan uangnya. "Saya menjamin, bahwa uang kalian yang dikelola di Asabri aman, tidak hilang, dan tidak dikorupsi," ucapnya.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya