sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polri lacak dan cari Djoko Tjandra yang diduga di Malaysia

Polri bahas strategi pengejaran Djoko Tjandra dengan Kemenko Polhukam.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 21 Jul 2020 11:20 WIB
Polri lacak dan cari Djoko Tjandra yang diduga di Malaysia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Polri tengah melakukan pelacakan keberadaan buron perkara korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra yang diduga bersembunyi di Malaysia. 

Sampai saat ini, informasi tersebut masih didalami dan menjadi petunjuk pengejaran Djoko Tjandra. "Tetap dilakukan pencarian," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (21/7).

Argo menyampaikan, Polri dalam rapat bersama Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) telah melakukan pembahasan bersama terkait Djoko Tjandra, Senin (20/7) kemarin.

Menurut Argo, strategi pengejaran Djoko Tjandra menjadi bahasan dalam rapat itu. "Isu tersebut masuk dalam pembahasan," tuturnya.

Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung.

Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, Kejaksaan pernah menahan Djoko. Namun, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatan itu bukan perbuatan pidana melainkan perdata.

Pada Oktober 2008, Kejaksaan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung (MA). Selanjutnya, pada 11 Juni 2009, Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan jaksa. 

Majelis hakim kemudian memvonis Djoko 2 tahun penjara dan harus membayar Rp 15 juta. Uang milik Djoko di Bank Bali sebesar Rp546,166 miliar dirampas untuk negara. Imigrasi juga mencekalnya.

Sponsored

Pada Juni lalu, Djoko keluar-masuk Indonesia dengan difasilitasi sejumlah pejabat. Ia leluasa mengurus KTP elektronik, termasuk pergi ke Pontianak, Kalimantan Barat, lantaran mengantongi surat jalan dari pejabat Bareskrim Polri. Tiga jenderal dicopot dari jabatannya karena ditengarai memfasilitasi Djoko Tjandra keluar-masuk Indonesia.

Berita Lainnya