sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polri sebut motif Brigjen Prasetijo menolong Djoko Tjandra

Pembuatan surat jalan untuk Djoko Tjandra diakui sebagai bentuk menolong oleh Brigjen Prasetijo Utomo.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 30 Jul 2020 12:00 WIB
Polri sebut motif Brigjen Prasetijo menolong Djoko Tjandra
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Polri membeberkan motif di balik Brigjen Prasetijo Utomo membuat surat jalan untuk buron kasus Bank Bali, Djoko Tjandra. Alasan Prasetijo membuatkan surat jalan diakui sebagai bentuk 'menolong' Djoko Tjandra.

"Mau menolong saja," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).

Argo mengungkapkan, Prasetijo dan Djoko memang telah saling mengenal. Pertemuan keduanya terjadi melalui perantara seseorang. Nama orang ini masih dirahasiakan.

Argo juga tidak menanggapi apakah seseorang yang memperantarai Prasetijo dengan Djoko Tjandra telah diperiksa. "Dikenalin temannya," ujar Argo singkat.

Sponsored

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Idham Azis resmi mencopot jabatan Brigjen Prasetijo Utomo atas pembuatan surat jalan Djoko Soegiarto Tjandra. Pencopotan itu tertuang dalam surat telegram rahasia ST/1980/VII/KEP./2020 tertanggal 15 Juli 2020. Semula, Prasetijo menjabat sebagai Kepala Biro dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bareskrim Polri.

Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, kejaksaan pernah menahan Djoko. Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatan itu bukan perbuatan pidana, melainkan perdata.

Pada Oktober 2008, kejaksaan mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung. Pada 11 Juni 2009, Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan jaksa. Majelis hakim memvonis Djoko Tjandra dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta. Uang milik Djoko Tjandra di Bank Bali sebesar Rp546.166 miliar dirampas negara. Imigrasi juga mencekal Djoko Tjandra.

Berita Lainnya