sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Awi: Tak ada bukti permulaan aliran dana dari Napoleon ke petinggi Polri

Polri menyebut, tak menutup kemungkinan pengakuan Tommy Sumardi, perantara Djoko Tjandra, hanya alibi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 09 Nov 2020 20:53 WIB
Awi: Tak ada bukti permulaan aliran dana dari Napoleon ke petinggi Polri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Mabes Polri memastikan tidak ada bukti permulaan mengenai jatah uang yang diminta terdakwa Napoleon Bonaparte untuk petinggi Polri. Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono.

Penyidik Bareskrim Polri, sambung Awi, belum menelusuri dugaan tersebut. Alasannya, saat proses penyidikan tidak ada bukti permulaan. Terlebih, jelas dia, saat pemeriksaan Napoleon bahwa tidak ada satu pun yang diakuinya.

"Selama tidak ada bukti permulaan yang cukup, kami gimana mau menelusuri," kata Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/11).

Awi menuturkan, dakwaan tersebut pun mengungkapkan aliran dana yang diminta Napoleon ke petinggi Polri hanya berdasarkan pengakuan terdakwa Tommy Sumardi.  Menurut Awi, tidak menutup kemungkinan pengakuan itu hanyalah alibi semata.

"Ini kan belum terjadi kesesuaian. Jadi bisa aja ini kan alibi masing-masing, ya kami tidak tahu," ucap Awi.

Dalam dakwaan terdakwa Tommy Sumardi tertuang ada permintaan uang untuk petinggi Polri. Uang itu diminta Napoleon kepada Tommy Sumardi.

Tommy Sumardi diduga jadi perantara antara Djoko dengan Napoleon. Jatah petinggi Polri itu masuk dalam anggaran Rp7 miliar yang diminta Napoleon untuk menghapuskan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice.

Petinggi Polri itu disebut Napoleon adalah yang menempatkannya pada posisi jabatan saat itu. Namun, tidak dirinci berapa bagian petinggi Polri dan siapa petinggi dimaksudkan.

Sponsored
Berita Lainnya