sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polri masih berusaha menembus wilayah KKB ungkap kematian pendeta

Kondisi wilayah yang dikuasai KKB menjadi satu-satunya kendala tim gabungan mengungkap kematian Pendeta Yeremia.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 01 Okt 2020 20:51 WIB
Polri masih berusaha menembus wilayah KKB ungkap kematian pendeta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Polri dan TNI masih berusaha menembus wilayah Intan Jaya terutama sekitar Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) untuk mengungkap kematian pendeta Yeremia Zanambani. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan daerah kekuasaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Kami sedang tangani bersama rekan TNI karena wilayah tersebut masih dalam penguasaan kelompok KKB," kata Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpaw saat dikonfirmasi Alinea dari Jakarta, Kamis (1/10).

Menurut Paulus, sejauh ini pemeriksaan saksi juga masih minim karena hanya dari pihak keluarga, yakni isteri dan salah seorang anggota lainnya.

Paulus mengakui, sampai saat ini tim gabungan masih berupaya mengumpulkan barang bukti dan saksi lainnya yang mengetahui peristiwa itu. Namun, kendala jarak dan kondisi lokasi sekitar menjadi satu-satunya tantangan tim gabungan mengungkap pembunuhan tersebut.

Sponsored

"Daerah hitam, jadi tidak ada orang yang bisa dengan mudah melewati jalan poros tengah tersebut. Kami masih upayakan terus cari saksi dan barang bukti," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Papua membenarkan informasi meninggalnya pendeta bernama Yeremias Zanambani yang diduga terkena tembak oleh OTK di Kampung Bomba Distrik Hitadipta Kabupaten Intan Jaya. Peristiwa itu terjadi kemarin (20/9) pukul 14.40 WIT.

Atas peristiwa itu, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan akan membentuk tim investigasi yang terdiri dari pihak-pihak netral, seperti tokoh agama dan tokoh adat untuk mengungkap kasus pembunuhan. Namun, Mahfud tetap mendesak Polri mengungkap pembunuhan itu secara profesional dan melaporkan kepada Presiden Jokowi setiap perkembangannya.

Berita Lainnya