sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia berduka, PP Perisai minta kubu Moeldoko jangan manuver politik 

Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat versi KLB, Saiful Huda mengatakan, Prabowo 'tidur melulu'.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Selasa, 27 Apr 2021 01:42 WIB
Indonesia berduka, PP Perisai minta kubu Moeldoko jangan manuver politik 

Moeldoko diminta selaku Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) menegur anggotanya agar tak membuat gaduh. Pangkalnya, saat ini Indonesia sedang berduka atas gugurnya awak KRI Nanggala 402.

Sekjen Pimpinan Pusat (PP) PERISAI, Jojo berharap, Moeldoko menegur Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat versi KLB, Saiful Huda yang mempunyai tendensi negatif berlebihan di status Facebook saat mengkritik Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto.

"Saya berharap Moeldoko bisa tegur Saiful Huda yang bertendensi negatif berlebihan di status Facebook saat mengkritik Menhan" ujar Jojo dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4).

Diketahui bahwa beberapa hari ini status Facebook Saiful Huda mengkritik Prabowo dengan mengatakan bahwa Prabowo 'tidur Melulu'.

Menurut Jojo, ada maksud tersembunyi dan muatan politik yang dlakukan Saiful Huda dalam mengkritik Prabowo.

"Saiful Huda seharusnya jangan banyak tidur dan jangan pakai kacamata kuda sehingga tidak bisa objektif menilai. Saya curiga, dia disuruh dan ada maksud tersembunyi yang bermuatan politis agar Moeldoko bisa didorong ke posisi Menhan" ungkapnya.

Dia menuding, jika Moeldoko bernafsu ingin mengganti posisi Prabowo maka jangan gunakan cara bajak melalui wacana tendensius yang digulirkan oleh para bawahannya.

"Saya lihat Menhan profesional bekerja membantu Pak Jokowi, disaat Menhan sedang berduka beliau tetap menjalankan banyaknya agenda kegiatan kementerian dengan baik" ungkap Jojo

Sponsored

Diketahui bahwa saudara Prabowo bernama Letnan Dua (Letda) Laut (T) Rhesa Tri Sigar yang merupakan prajurit KRI Nanggala 402 turut gugur bersama 52 kru kapal selam lainnya.

Berita Lainnya