sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PPDB Jakarta 2020/2021 sisakan 7.758 kursi kosong

Sekitar 100.000 calon murid tidak terakomodasi.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 14 Jul 2020 18:27 WIB
PPDB Jakarta 2020/2021 sisakan 7.758 kursi kosong
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Terdapat beberapa kursi kosong untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) hingga menengah atas/kejuruan (SMA/SMK) di DKI Jakarta. Padahal, penerimaan peserta didik baru (PPDB) telah berakhir.

"Pada penutupan PPDB dan tahun ajaran sekolah sudah dimulai, ada kursi yang tidak terisi," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta, Nahdiana, saat rapat kerja (raker) bersama Komisi E DPRD Jakarta, Selasa (14/7).

Berdasarkan data Disdik, terdapat 6.666 (6,71%) dari 99.392 kursi SD tidak terisi. Kemudian 622 (0,79%) dari 79.057 kursi sekolah menengah pertama (SMP), 225 (0,07%) dari 32.964 kursi SMA, dan 245 (1,27%) dari 19.233 kursi SMK.

Ketua Komisi E, Iman Satria, lantas mempertanyakan terjadinya fenomena itu. Pangkalnya, masih banyak calon siswa yang tidak lolos seleksi PPDB 2020/2021.

"Ini kenapa ada kursi kosong, sedangkan kemarin kita lihat banyak siswa yang berebut untuk bisa mendaftar?" tanyanya pada kesempatan sama.

Nahdiana berjanji, kursi kosong bakal dimanfaatkan untuk siswa yang ingin mutasi sekolah pada pergantian semester tahun ajaran.

"Kami nanti publish pada semester berikutnya," ucap dia.

Proses PPDB Jakarta jenjang SMP dan SMK/SMK menuai kontroversi. Dipicu Surat Keputusan (SK) Kepala Disdik Nomor 501 Tahun 2020 yang memprioritaskan menerima calon siswa berdasarkan usia disusul jarak tempat tinggal ke sekolah.

Sponsored

Gelombang protes dan aksi pun tak terhindarkan. Disdik kemudian membuat jalur baru, zonasi bina RW. Dalam pelaksanaannya, jumlah rombongan belajar (rombel) per kelas ditambah empat siswa menjadi 40 murid. Dibuka 4 hingga 6 Juli.

Sayangnya, keputusan itu belum menyelesaikan persoalan lantaran masih banyak calon siswa yang tidak terakomodasi. Sehingga, beberapa orang tua mengadu ke DPRD Jakarta, 6 Juli. Diprediksi ada 100.00 calon murid yang tak terakomodasi.

Berita Lainnya