sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PPKM level 4, pemerintah diminta fokus dan hindari ABS

Pemerintah juga diminta memperhatikan sejumlah pekerjaan rumah dan catatan besar terkait proses manajemen pandemi.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 26 Jul 2021 10:19 WIB
PPKM level 4, pemerintah diminta fokus dan hindari ABS

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah lebih fokus kendalikan pandemi karena telah memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 2 Agustus 2021.

"Perpanjangan PPKM Level 4 menunjukkan usaha pemerintah untuk menekan laju persebaran Covid-19. Pemerintah harus fokus dan serius menjalankan PPKM, hindari prinsip manajemen asal bapak senang (ABS)," kata Netty dalam keterangannya, Senin (26/7)

Netty meminta, pemerintah agar memperhatikan sejumlah pekerjaan rumah dan catatan besar terkait proses manajemen pandemi ini. Pertama, testing dan tracing perlu dilakukan lebih masif. 

Menurutnya, penurunan kasus per 25 Juli bukan berarti usaha penanganan pandemi telah berhasil, karena angka itu disertai oleh jumlah testing yang juga jauh menurun.

"Dalam aspek tracing kita juga masih jauh dari standar WHO yang menyarankan tracing minimal 30 orang per 1 kasus positif. Pada Februari 2021, Menteri Kesehatan (Menkes) menargetkan tracing 30 orang per 1 kasus, namun terus menurun menjadi 15 orang pada PPKM darurat," ujarnya.

Kedua, pemerintah harus memastikan pasien isolasi mandiri (isoman) terpenuhi kebutuhannya hingga sembuh. Menurut Netty, pasien terpaksa isoman karena over kapasitas faskes mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. "Jangan sampai kasus kematian pasien isoman terus meningkat akibat kurang pemantauannya," tegas dia.

Selanjutnya, Netty mendesak, pemerintah agar menjamin ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh faskes, seperti obat terapi Covid-19, oksigen, dan ventilator.

"Pemerintah harus mengumumkan secara jelas ketercapaiannya real time per hari secara nasional melalui saluran komunikasi yang mudah diakses" kata dia.

Sponsored
Berita Lainnya