sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pras ingatkan bahaya di balik seruan tutup kantor ala Anies

Ketua DPRD Jakarta ini mengingatkan, banyak sektor strategis perlu tetap beroperasi. Baik di kantor maupun lapangan.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Senin, 23 Mar 2020 07:49 WIB
Pras ingatkan bahaya di balik seruan tutup kantor ala Anies
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2092
Dirawat 1751
Meninggal 191
Sembuh 150

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, meminta pemerintah provinsi (pemprov) menimbang ulang seruan penutupan perkantoran di Ibu Kota. Lantaran banyak sektor strategis yang perlu tetap beroperasi di kantor atau lapangan.

"Misalnya, sektor perbankan, listrik, air, minyak dan gas, pos, dan lainnya," tutur Pras, nama sapanya, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (22/3).

Berimbas signifikan terhadap perekonomian Jakarta. Pertimbangan lain seruan itu harus dipikir ulang.

Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mestinya berkonsultasi dengan pusat. Sebelum mendorong perkantoran terapkan kerja dari rumah. "Tidak bisa asal," kata dia.

"Perlu ada hitung-hitungan yang matang. Jangan sampai seruan gubernur ini, akhirnya melemahkan perekonomian dan layanan publik di Jakarta," ucapnya.

Kebijakan pemprov tersebut tertuang dalam Seruan Gubernur Nomor 6 Tahun 2020. Berlaku selama 14 hari hingga 2 April 2020.

Pras mengingatkan, penutupan tersebut bisa berdampak terhadap melonjaknya angka pengangguran di Ibu Kota. Lantaran berpotensi terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja harian.

"Kalau sampai ada PHK, bagaimana nasib pekerja? Harusnya, hal seperti ini juga dikonsultasikan kepada pemerintah pusat. Tidak bisa cuma mementingkan popularitas semata," paparnya.

Sponsored

Sepatutnya, baginya, Anies memprioritaskan perkantoran mematuhi protokol kesehatan yang dirilis pusat. Jika perlu, menggandeng instansi terkait. Baik Dinas maupun Kementerian Kesehatan.

"Unit kerja kesehatan kita di Jakarta siap, kok. Mereka siap memandu menerapkan protokol kesehatan yang diperlukan. Yang terpenting, pergerakan ekonomi tetap terjaga dan pekerja aman dari bahaya," urainya.

Di sisi lain, Pras mengajak seluruh pihak berperan aktif dalam memutus rantai penyebaran pandemi SARS-CoV-2 di Tanah Air. Apalagi, anak muda yang berpotensi terpapar dan menjadi agen penular (asimtomatic carrier) kepada orang lain. Meskipun fisiknya tampak sehat.

"Masyarakat harus selalu waspada. Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 terus berupaya maksimal. Untuk menghentikan penyebaran virus," tutup dia.

Coronavirus dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) saat batuk ataupun bersin. Upaya meminimalisasi penyebaran dan pencegahan yang bisa dilakukan
1. Sering cuci tangan menggunakan sabun ataupun pembersih tangan (hand sanitizer);
2. Hindari menyentuh wajah; 
3. Bersihkan permukaan benda yang disentuh banyak orang;
4. Jaga jarak sekitar 1-3 meter dengan sesama (social distancing);
5. Jaga etika saat batuk maupun bersin;
6. Jika tiada hal mendesak, sebaiknya beraktivitas di rumah; serta
7. Menggunakan masker saat sakit.

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sabtu, 04 Apr 2020 13:20 WIB
Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Jumat, 03 Apr 2020 13:12 WIB
Berita Lainnya