sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pravaksinasi, Menkes minta fasyankes daftar PCare BPJS

Langkah itu untuk mempermudah pelaksanaan program vaksinasi Covid-19, terutama KIPI.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 06 Jan 2021 15:48 WIB
Pravaksinasi, Menkes minta fasyankes daftar PCare BPJS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan dua hal kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit sebelum memulai vaksinasi Covid-19. Tujuannya, menyukseskan program imunisasi agar dapat dieksekusi selama 12 bulan.

Pertama, meminta fasyankes mendaftar ke aplikasi Primary Care (PCare) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk melayani vaksinasi Covid-19.

"Kalau belum mendaftarkan, akan sulit bagi mereka untuk melayani vaksinasi ini, terutama untuk mencatat dan menangani kejadian ikutan pascaimunisasi atau KIPI," tuturnya saat telekonfrensi dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1).

Budi juga meminta ke seluruh fasyankes tidak segan menginformasikan apabila kekurangan lemari es (coldbox) untuk menyimpas dosis vaksin Covid-19 ke pemangku kewenangan, baik Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kedua, kami mohon ke teman-teman wartawan untuk mengingatkan seluruh puskesmas kalau misalnya ada fasilitas lemari es pendingin yang kurang untuk menyimpan vaksin, tolong segera mengontak ke Dinas Kesehatan terdekat, tolong kontak ke Kementerian Kesehatan, aparatnya terdekat. Kalau perlu juga bisa dikirimkan ke Twitter atau Instagram saya supaya kami bisa cepat menangani," tuturnya.

Menurut Budi, fasilitas penunjang vaksinasi seperti lemari es terbilang penting untuk menyukseskan program. Sebab, terdapat tahapan vaksinasi dengan jumlah besar dalam mengeksekusi program ini.

Tahapan pertama vaksinasi akan dilakukan kepada 1,6 juta tenaga kesehatan (nakes). "Kami rencanakan selesai di bulan Januari dan Februari," ungkapnya. 

Fase berikutnya bakal menyasar 17,4 juta layanan publik. Semetara tahap terakhir, vaksinasi akan dilakukan pada 21,5 juta rakyat dengan usia lanjut. "Kami harapkan bisa dimulai pada Maret tahun ini juga," tutur Budi.

Sponsored

"Untuk itu, sangat membutuhkan dua hal tadi, yang kami minta tolong ke teman-teman wartawan untuk mengingatkan seluruh rumah sakit, seluruh puskesmas, untuk mendaftarkan ke PCare-nya BPJS dan memberi tahu kalau misalnya ada kekurangan lemari es atau tempat penyimpanan vaksin tersebut," tandasnya.

Berita Lainnya