sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden ajak warga hadapi pandemi dengan jurus tenang, sabar, dan doa

"Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan."

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 14 Mei 2020 12:02 WIB
Presiden ajak warga hadapi pandemi dengan jurus tenang, sabar, dan doa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28818
Dirawat 18205
Meninggal 1721
Sembuh 8892

Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan sabar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Presiden juga meminta warga untuk melakukan ikhtiar batiniah dengan memanjatkan doa memohon pertolongan tuhan agar keluar dari kondisi saat ini.

"Marilah kita hadapi cobaan ini dengan tenang dan sabar. Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan," kata Presiden Jokowi dalam acara "Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan" yang digelar virtual dari Istana Merdeka Jakarta, Kamis (14/5).

"Selain berikhtiar dengan berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib berikhtiar dengan usaha batiniah, dengan tidak henti-hentinya memanjatkan doa memohon pertolongan Allah SWT," kata Presiden.

Dia menjelaskan, kondisi sulit saat ini tidak hanya dihadapi oleh bangsa Indonesia. Masyarakat dunia pun sedang menghadapi ujian dan cobaan, menjalani masa sulit dengan berjuang agar terbebas dari pandemi Covid-19. 

Karena itu, Jokowi berharap masyarakat tetap optimistis dan tidak berputus asa. Segala upaya harus dilakukan sebagai ikhtiar untuk melindungi diri, keluarga, saudara, serta bangsa dan negara.

“Untuk bisa selamat, kita harus bisa berdisiplin. Disiplin dalam menjaga kesehatan,” kata Presiden.

Kepala Negara menekankan pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Masyarakat diminta untuk disiplin dalam meningkatkan imunitas, mencuci tangan memakai sabun, dan disiplin untuk menjaga jarak aman.

Selain itu, disiplin untuk memakai masker, tidak mudik, bekerja di rumah, sekolah di rumah, dan disiplin beribadah di rumah.

Sponsored

Masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga empati dan menumbuhkan solidaritas sosial meski keadaan tengah sulit. Orang yang memiliki sedikit kelapangan, diimbau untuk membantu orang-orang di sekitarnya yang menghadapi kesulitan.

“Inilah waktu bagi kita untuk melihat sekeliling, untuk membantu saudara-saudara kita, membantu tetangga, membantu para sabahat untuk bergotong royong meringankan beban saudara kita se-tanah air. Insyaallah, tuhan membuka jalan bagi kita semua rakyat dan bangsa Indonesia untuk bangkit kembali,” kata Presiden Jokowi.

Wabah virus corona ini disebutnya juga sudah menyebar cepat ke lebih dari 213 negara. Hampir 4,4 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus corona.

“Banyak yang terbaring di rumah sakit, banyak yang sedang menjalani isolasi mandiri, banyak yang berpulang ke rahmatullah dan semoga meninggalnya husnul khotimah, aamiin, tapi alhamdulilah juga banyak yang telah diberi kesembuhan,” katanya. 

Berita Lainnya