sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden Jokowi: Hati-hati longgarkan PSBB

"Mengenai kelonggaran PSBB agar dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa. Semua didasarkan pada data lapangan."

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Selasa, 12 Mei 2020 14:33 WIB
Presiden Jokowi: Hati-hati longgarkan PSBB
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28818
Dirawat 18205
Meninggal 1721
Sembuh 8892

Presiden Joko Widodo mengingatkan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar atau PSBB yang diterapkan guna mengendalikan penyebaran Covid-19, agar dilakukan secara hati-hati. Menurutnya, kebijakan ini harus diambil berdasarkan data lapangan yang kuat agar tak salah langkah.

"Mengenai kelonggaran PSBB agar dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa. Semua didasarkan pada data lapangan, pelaksanaan lapangan, sehingga keputusan itu sebuah keputusan yang benar," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (12/5).

Karena itu, Presiden menginstruksikan agar jajarannya melakukan evaluasi detail dari penerapan PSBB di sejumlah daerah selama ini. Evaluasi di antaranya harus mengkaji efektivitas PSBB dalam menekan penularan Covid-19, serta membandingkan perkembangan kasus di wilayah yang sudah menerapkan PSBB dengan yang belum menjalankannya.

"Kita ingin ada sebuah evaluasi yang detail pada provinsi kabupaten dan kota mengenai data tren penambahan atau penurunan kasus positif baru di setiap daerah yang menerapkan PSBB maupun yang tidak," kata Jokowi.

Menurutnya, sejauh ini dampak PSBB dirasakan berbeda di tiap daerah. Sejumlah daerah yang mengalami penurunan kasus baru, juga berbeda dari segi jumlah. Ada yang menurun secara gradual, drastis, stagnan, bahkan bertambah.

Presiden juga menginginkan agar penerapan PSBB tidak terkungkung batas wilayah administratif. Pada wilayah-wilayah yang saling terhubung, PSBB dapat dilakukan secara terpadu antarwilayah. 

"Misalnya apa yang sudah dilakukan Jabodetabek, ini saling kait-mengait, sehingga pengaturan mobilitas sosial dari masyarakat bisa terpadu dan lebih baik," katanya.

Sejauh ini, sudah ada empat provinsi dan 72 kabupaten/kota yang melaksanakan PSBB. Namun berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, 70% kasus positif corona berada di Pulau Jawa. Sebanyak 82% kematian akibat Covid-19 juga ada di Pulau Jawa.

Sponsored

"Saya minta Gugus Tugas memastikan pengendalian Covid-19 di lima provinsi di Pulau Jawa betul-betul dilakukan secara efektif, terutama dalam 2 minggu ke depan ini. Kesempatan kita mungkin sampai lebaran, itu harus betul-betul kita gunakan," ucap Presiden. 

Penerapan PSBB yang dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 memang tengah dalam proses pelonggaran. Pemerintah telah mengeluarkan aturan baru untuk mengizinkan sejumlah aktivitas, yang sebelumnya dilarang selama pandemi Covid-19. Di antaranya adalah operasional moda transportasi yang kembali diizinkan beroperasi, dan izin bekerja bagi warga berusia di bawah 45 tahun. (Ant)

Berita Lainnya