sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden menggesa penyaluran bansos,agar warga bisa rayakan lebaran

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar penyaluran bansos terkait pandemi Covid-19 dapat dituntaskan sebelum Lebaran 2020.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Jumat, 08 Mei 2020 17:28 WIB
Presiden menggesa penyaluran bansos,agar warga bisa rayakan lebaran
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28818
Dirawat 18205
Meninggal 1721
Sembuh 8892

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar penyaluran bantuan sosial atau bansos terkait pandemi Covid-19 dapat dituntaskan sebelum Lebaran 2020. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1441 H.

"Perintah Presiden agar tahapan ketiga ini untuk penyaluran bansos tunai dan bansos sembako bisa selesai sebelum Idul Fitri," kata Menteri Sosial Juliari Batubara di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (8/5).

Bansos yang diberikan khusus bagi warga terdampak penanganan pandemi Covid-19 adalah berupa kebutuhan pokok bagi 1,9 juta KK di wilayah Jabodetabek. Bantuan yang diberikan setara dengan Rp600.000 untuk masing-masing KK selama tiga bulan.  Selain itu, ada bantuan langsung tunai (BLT) untuk 9 juta KK di luar Jabodetabek dengan nilai yang sama.

Juliari mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memutakhirkan data penerima bansos. Menurutnya, Kemensos baru mendapat sekitar 7,8 juta KK data penerima BLT dari total 9 juta KK.

Sejauh ini, Kemensos telah melakukan penyaluran BLT dari data yang diterima tanpa menunggu data lengkap. Juliari mengatakan, penyalurannya telah dilakukan sejak minggu ketiga bulan April. 

"Bansos tunai ini sudah berjalan dari minggu ke-3 April, jadi belum sebulan karena datanya adalah dari daerah. Kita harapkan apabila daerah sudah mengirim data penerima bansos tunai dari Kemensos, tidak perlu dikirim lagi data penerima yang sama termasuk juga untuk penerima bansos dari APBD agar tidak tumpang tindih," kata Juliari.

Penyaluran bansos tunai tersebut dilakukan melalui dua metode. Pertama, melalui transfer ke rekening masyarakat di bank-bank Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), yang sudah mencapai Rp471,2 miliar atau kurang dari 9%. 

Adapun metode lain adalah disalurkan melalui kantor pos. Masyarakat penerima akan mendapat undangan untuk mengambil bansos ke kantor pos, sesuai jadwal yang ditetapkan. Setelah dilakukan pengecekan identitas, mereka akan mendapat bansos tunai senilai Rp600.000.

Sponsored

"Yang melalui kantor pos per hari ini sedang berjalan untuk 1,8 juta KK. Jadi kalau kita tambah dengan yang melalui transfer bank Himbara sebanyak 785.000 KK, kemudian yang melalui kantor pos sebesar kurang lebih 1,8 juta KK, totalnya per 9 Mei sudah tersalurkan untuk 2,6 juta KK," kata Juliari menjelaskan. (Ant)

Berita Lainnya