sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden minta masyarakat menerima WNI dari Wuhan

Kepala Negara mengajak agar masyarakat tidak perlu takut karena semua proses protokol kesehatan telah dilalui.

Hermansah
Hermansah Sabtu, 15 Feb 2020 08:18 WIB
Presiden minta masyarakat menerima WNI dari Wuhan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 128776
Dirawat 39082
Meninggal 5824
Sembuh 83710

Presiden Joko (Widodo) menyampaikan, proses protokol kesehatan dari World Health Organization (WHO) telah diikuti secara ketat bagi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China.

“Karantina di Natuna juga di sana ketat diawasi, ketat dicek, harian dicek. Sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu,” jelas Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai melepas secara simbolis Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurang Jero, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (14/2).

Kalau sekarang para WNI tersebut kembali ke masyarakat, menurut Presiden, itu dipastikan bahwa prosedur sudah dilalui. “Kami harapkan masyarakat juga menerima apa adanya. Sudah 14 hari dikarantina dan enggak ada masalah,” ujar Presiden seperti dilansir setkab.go.id.

Kepala Negara mengajak agar masyarakat tidak perlu takut karena semua proses protokol kesehatan telah dilalui. “Apa dikit-dikit takut, ya ndaklah. Wong sudah melalui proses protokol kesehatan. Terima apa adanya, enggak ada masalah,” pungkas Presiden.

Sementara Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia mengimbau masyarakat di seluruh Tanah Air tidak khawatir dan menerima kepulangan Warga Negara Indonesia ke keluarganya setelah menjalani masa observasi di Natuna, Kepulauan Riau.

"Saya kira masyarakat tidak perlu khawatir karena mereka sudah melalui masa observasi," kata Wakil Ketua Umum PB IDI Muhammad Adib Khumaidi, saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Masyarakat tersebut telah menjalani masa observasi atau inkubasi selama 14 hari dengan layanan kesehatan dan prosedur yang baik. Oleh sebab itu, masyarakat terutama di lingkungan mereka akan kembali diminta untuk tidak menjauhinya dan bersikap biasa-biasa saja.

Secara umum PB IDI melihat, 285 WNI di Natuna yang dijadwalkan kembali ke keluarga mereka masing-masing pada Sabtu (15/2) sudah dalam kondisi sehat. Artinya saat masa observasi 14 hari selesai mereka tidak ada membawa coronavirus.

Sponsored

Meskipun demikian, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi tersebut menyarankan para WNI tetap melakukan pengecekan kesehatan secara berkala di rumah sakit terdekat, setelah menjalani masa observasi.

"Menurut saya perlu. Jadi nanti mereka tetap ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pengecekan apalagi kalau ada keluhan," katanya.

Secara umun ia menjelaskan problem utama dari coronavirus berada pada pernapasan hingga sampai pada infeksi pernapasan yang akut atau gawat. Namun, keluhan di awal sama seperti coronavirus lain yaitu, batuk, sesak napas dan demam.

"Itu merupakan tanda-tanda sudah ke arah kemungkinan gangguan pernapasan. Tetapi apakah itu disebabkan karena coronavirus, harus ada pemantauan dan pemeriksaan laboratorium," katanya.

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk memulangkan WNI yang diobservasi kesehatannya terkait virus Covid-19 di Natuna Kepulauan Riau yang dijadwalkan pada 15 Februari 2020.

Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan hasil rapat koordinasi bersama kementerian-lembaga terkait di Kemenko PMK memutuskan misi observasi kesehatan tersebut akan berakhir pada 15 Januari 2020 pukul 12.00 WIB. (Ant)

Berita Lainnya