sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden: Pandemi Covid-19 mendorong reformasi kesehatan

Presiden juga mengingatkan untuk menghilangkan egosentrisme lembaga dalam ekosistem kesehatan.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Sabtu, 24 Okt 2020 16:17 WIB
Presiden: Pandemi Covid-19 mendorong reformasi kesehatan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 569.707
Dirawat 81.669
Meninggal 17.589
Sembuh 470.449

Di dalam sambutan ulang tahun yang ke-70 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Joko Widodo menegaskan, pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran, terutama terkait sistem kesehatan dalam negeri.

"Kita semakin tahu kelemahan-kelemahan yang harus segera kita perbaiki. Karena itu, situasi sulit yang sedang kita hadapi, gunakan sebagai momentum untuk melakukan transformasi. Termasuk dalam reformasi sistem kesehatan kita," kata dia, Minggu (24/10).

Jokowi mengatakan, dalam reformasi sistem kesehatan, yang harus dilakukan adalah memperkuat sisi pencegahan. Selain itu, ia menekankan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan, pengembangan rumah sakit dan balai-balai kesehatan, serta industri obat-obatan dan alat-alat kesehatan.

"Selama pandemi Covid-19 ini telah banyak inovasi yang dikembangkan para peneliti dan inovator di dalam negeri," ujarnya. 

Ia menyebutkan beberapa inovasi yang sudah dikembangkan peneliti di Indonesia, seperti rapid diagnostic test emergency ventilator, mobile lab bio safety yang dilengkapi dengan PCR, penggunaan artificial intelligence untuk diagnosis Covid-19, dan aplikasi Covid track untuk membantu dokter memantau mobilitas pasien. 

"Serta kita mempercepat clinical trial dan produksi massal vaksin Merah Putih," ucapnya. 

Di samping itu, Jokowi menuturkan, pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk menguatkan ketahanan kesehatan dan kapasitas pelayanan kesehatan. Ia melanjutkan, kita harus melakukan cara-cara luar biasa untuk mengeliminasi penyakit menular dan tidak menular.

"Kita juga harus memperluas kesempatan generasi muda kita untuk menjadi dokter, utamanya dokter spesialis untuk meningkatkan kualitas kesehatan di seluruh pelosok negeri," kata dia.

Sponsored

Presiden juga mengingatkan untuk menghilangkan egosentrisme lembaga dalam ekosistem kesehatan. Kata dia, tidak ada lembaga yang lebih penting dan lebih super dari yang lain.

"Semuanya penting, semuanya super jika masing-masing mau bekerja sama," tuturnya.

Ia berharap, IDI menjadi bagian dari gerbong reformasi sistem kesehatan. Ia mengingatkan, keberhasilan reformasi kesehatan tak ditentukan hanya dari kerja pemerintah semata.

"Tapi memerlukan dukungan penuh dari organisasi profesi dan juga masyarakat. Saya yakin, dengan semangat kolaborasi, maka transformasi sistem kesehatan akan bisa kita lakukan," katanya.

Untuk apa dan siapa wacana klasifikasi SIM C?

Untuk apa dan siapa wacana klasifikasi SIM C?

Sabtu, 05 Des 2020 16:12 WIB
Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Berita Lainnya