sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden perintahkan produksi alat uji Covid-19 lokal dimulai bulan ini

Produksi alat tes Covid-19 buatan lokal diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri yang hingga saat ini masih kekurangan.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 11 Mei 2020 11:41 WIB
Presiden perintahkan produksi alat uji Covid-19 lokal dimulai bulan ini
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28818
Dirawat 18205
Meninggal 1721
Sembuh 8892

Presiden Joko Widodo memerintahkan produksi alat uji polymerase chain reaction atau PCR buatan dalam negeri dapat segera diproduksi massal. Hal ini penting untuk meningkatkan penanganan pandemi Covid-19, yang hingga saat ini terkendala karena terbatasnya alat uji.

Selain alat uji PCR, Presiden memerintahkan hal sama untuk produksi alat uji non-PCR, alat bantu pernapasan atau ventilator, serta mobile laboratorium biosafety level 2 atau mobile BSL 2 (mobile laboratorium biosafety level 2). 

"Saya minta inovasi yang telah dilakukan mulai bisa produksi secara massal, paling tidak akhir Mei atau awal Juni sudah bisa kita produksi,” kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas virtual 'Percepatan Penanganan Covid-19' dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/5).

Produksi dalam negeri diharapkan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap peralatan yang selama ini pengadaannya dilakukan melalui skema impor. Produksi dalam negeri juga dapat meningkatkan kecepatan pengujian Covid-19 yang hingga saat ini masih belum mencapai target.

Saat ini, laboratorium pengujian spesimen Covid-19 di Indonesia telah melejit menjadi 104, dari sebelumnya yang hanya sekitar 40-an laboratorium. Namun, baru sekitar 53 lab rujukan yang dapat melakukan pemeriksaan.

Adapun 51 lab rujukan lainnya masih belum dapat melakukan pemeriksaan karena belum menerima suplai alat pengujian. Di antaranya adalah alat uji PCR, Ribosa Nucleid Acid (RNA) dan VTM atau viral transport medium.

Dengan produksi alat uji PCR dan non-PCR dalam negeri, lab-lab tersebut diharapkan dapat seluruhnya diproduksi sehingga dapat mencapai target pengujian yang ditetapkan. Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, saat ini kemampuan pengujian spesimen dengan metode PCR berada di angka 4.000-5.000 sampel per hari. 

"Saya kira ini masih jauh dari target yang saya berikan yang lalu, yaitu 10.000 spesimen per hari," kata Jokowi.

Sponsored

Sembari menanti produk-produk dalam negeri itu rampung diproduksi, Presiden memerintahkan pengadaan PCR, RNA, dan VTM segera dilakukan. Jokowi menginstruksikan kebutuhan peralatan tersebut dapat selesai pekan ini. 

Presiden juga meminta pengujian plasma darah untuk terapi pasien Covid-19 terus dilanjutkan. Terapi plasma darah itu kini memasuki uji klinis berskala besar di beberapa rumah sakit di Indonesia.

Hal yang sama diinstruksikan Jokowi untuk pengembangan terapi stem cell atau pergantian sel-sel tubuh yang telah rusak, terutama pada organ paru di tubuh pasien Covid-19.

“Kemajuan signifikan juga terjadi pada penelitian ‘genome sequencing’ (pengurutan genom). Ini tahapan yang sangat penting dalam menuju tahapan berikutnya untuk menemukan vaksin yang sesuai dengan negara kita,” ujar dia. (Ant)

Berita Lainnya