sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pria Prancis 'pencipta' nama Jokowi: Saya terkejut dia jadi presiden

Bernard Chene pertama kali bertemu Jokowi di Solo pada pertengahan 1999.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Minggu, 10 Nov 2019 12:00 WIB
Pria Prancis 'pencipta' nama Jokowi: Saya terkejut dia jadi presiden

Bernard Chene, seorang warga negara Prancis mengisahkan pengalamannya bertemu Joko Widodo. Dahulu, ia merupakan mitra usaha Jokowi dalam bidang mebel.

Pengakuan Bernard ini diunggah channel Youtube Presiden Joko Widodo pada 8 November 2019. Melalui Bernard, Jokowi bisa merambah usaha mebel ke Eropa.

Menurut Bernard, pertemuanya pertama kali dengan Jokowi berlangsung di Solo pada pertengahan 1999. Saat itu, ia sering berbisnis mebel dengan paman Jokowi. Lalu, pamannya memperkenalkan Bernard dengan Jokowi. Ia pun tak menyangka, rekan bisnisnya itu menjadi orang nomor satu di Indonesia.

“Luar biasa! Luar biasa! Bagaimana kamu bisa percaya, seseorang yang biasa kerja bersama kami di hutan, di pabrik, di kantor, suatu hari orang itu tidak lagi bekerja dengan kamu, tapi menjadi seorang wali kota, seorang gubernur, dan menjadi presiden dari negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Jadi, ya, saya terkejut,” ujarnya.

Awal nama Jokowi

Bernard mengatakan, terakhir ia bertemu Jokowi di Paris, Prancis. Ketika bertemu di Jakarta, Jokowi berjanji menemuinya saat kunjungan ke Paris. Ia menuturkan, saat itu sebenarnya protokoler memintanya hanya bertemu 25 menit.

“Tapi dia menahan saya sampai satu setengah jam. Saat itu dia bilang, ‘Bernard, saat ini saya bukan sedang menjadi presiden, sekarang saya adalah Jokowi, sedang bersama kamu, Bernard. Kita bisa berbincang tentang keluarga, tentang bisnis kita, tentang hubungan kita. Dan, saat itu saya merasa Jokowi adalah saudara saya,” tuturnya.

Bernard merupakan orang yang pertama kali memanggil Joko Widodo dengan sebutan Jokowi. Mengenai hal ini, alasan Bernard sederhana.

Sponsored

“Di Prancis, kami punya nama panggilan singkat. Dan, nama Joko Widodo terlalu panjang buat saya. Saya lalu berkata kepadanya, ‘kalau tidak keberatan, bolehkah saya memanggil Jokowi?’” kata Bernard.

“Nama itu awalnya di antara saya dan dia. Sekarang, semua orang memanggilnya dengan nama itu. Bagus tidak apa-apa. Yah, mungkin sedikit senang, karena kan saya yang membuatnya,” ujar Bernard.