sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Propam Polri bentuk tim pastikan penembakan laskar FPI sesuai SOP

Polri pastikan transparan hasil investigasi yang dilakukan.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 08 Des 2020 17:55 WIB
Propam Polri bentuk tim pastikan penembakan laskar FPI sesuai SOP

Divisi Provesi dan Pengamanan (Propam) Polri membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terkait bentrok antara anggota Polda Metro Jaya dengan laskar khusus Front Pembela Islam (FPI). Bentrok berujung meninggalnya enam orang anggota laskar khusus FPI.

Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo menyebut, tim khusus terdiri dari 30 orang. Mereka akan mendalami apakah dalam tindakan menembak yang dilakukan anggota intel Polda Metro Jaya kepada anggota laskar FPI sudah sesuai aturan atau SOP.

"Kami membentuk tim untuk melakukan pengawasan dan pengamanan terkait tindakan anggota di lapangan apakah sudah sesuai dengan Perkap Nomor 8 Tahun 2009," kata Sambo saat dihubungi, Selasa (8/12).

Menurut Sambo, tim akan melakukan tindak lanjut dengan memeriksa anggota tersebut dan melakukan olah tempat kejadian perkara apabila dibutuhkan. Dia memastikan, Polri akan transparan atas hasil investigasi tersebut.

"Nantinya akan kami cek administrasinya, kami cek TKP (tempat kejadian perkara) kejadiannya seperti apa," ujarnya.

Untuk diketahui, laskar FPI ditembak oleh anggota polisi pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Versi polisi, saat itu mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengikuti kendaraan pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS). Tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua kendaraan pengikut Habib Rizieq Shihab. 

Kemudian, terjadi penodongan senpi dan sajam berupa samurai dan celurit ke arah anggota oleh pengikut Habib Rizieq Shihab. Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas dan terukur.

FPI memaparkan versi berbeda. Menurut pernyataan tertulis yang ditandatangani Ketua Umum FPI, Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum FPI Munarman, Senin (7/12), justru rombongan HRS yang dihadang polisi oleh orang tak dikenal. 

Sponsored

"Bahwa benar ada peristiwa pengadangan, penembakan terhadap rombongan IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) dan keluarga serta penculikan terhadap enam orang laskar pengawal IB," tulis keterangan tersebut, yang diterima Alinea.id.

Peristiwa penembakan itu bermula ketika Habib Rizieq beserta keluarga akan bertolak ke pengajian subuh di internal keluarga inti. Namun, tak disebutkan lokasi pengajian tersebut.

"Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian subuh keluarga tersebut, rombongan diadang oleh preman OTK (orang tak dikenal), yang kami duga kuat bagian dari operasi penguntitan dan untuk mencelakakan IB," tulis pernyataan itu.

Para OTK langsung menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluar.

Berita Lainnya