sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Proyek ITF Sunter mangkrak, Jakpro dianggap tak jujur

DPRD Jakarta pun meminta Jakpro membuka isi perjanjian dengan Fortum.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 18 Feb 2020 16:58 WIB
Proyek ITF Sunter mangkrak, Jakpro dianggap tak jujur
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

DPRD DKI Jakarta menilai, ada ketakjujuran dalam kontrak kerja antara PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro dan Fortum Power Heat and Oy dalam pembangunan fasilitas pengelola sampah (intermediate treatment facility/ITF) di Sunter. Lantaran pekerjaannya mangkrak.

Anggota Komisi C DPRD Jakarta, Prabowo Soenirman, menyatakan, Jakpro tak bertanggung jawab. Pangkalnya, takada progres sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) hingga kini.

"Saya minta kejujuran Jakpro. Saya minta dibuka isi perjanjian. Antara Jakpro dengan Fortum," ujarnya di Jakarta, Selasa (18/2). Peletakan batu pertama ITF Sunter diadakan Desember 2018.

Padahal, terang dia, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) ini ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2022. Faktanya, pengerjaan fisik nihil hingga awal 2020.

Dirinya menduga, Jakpro memberikan laporan fiktif kepada Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Sehingga, pemerintah provinsi (pemprov) sampai sekarang belum mempersoalkannya.

"Artinya, Gubernur DKI, Anies Baswedan, dibohongi Jakpro. Saya kesal. Kenapa ini tak berjalan juga," tutur politikus Gerindra itu.

Prabowo menyatakan demikian, lantaran Jakpro selalu menyebut progres pembangunan ITF Sunter bagus. Kala rapat bersama Komisi C DPRD Jakarta. Sehingga, dewan menyetujui penyertaan modal daerah (PMD) Rp2,7 triliun.

"Saya lupa berapa untuk ITF. Saya heran, setiap rapat selalu bilang oke dan oke. Nah, ini masalah lagi. Bahkan, sama sekali belum berjalan," ucapnya.

Sponsored

Sementara, fungsionaris Jakarta Monitoring Network (JMN), Isac Kharis Tahtawira, berpendapat, semestinya pembangunan berjalan lancar. Karena telah mengantongi dokumen dan mendapatkan kucuran anggaran.

"Ini sama saja permalukan gubernur. Wong, sudah groundbreaking (pada) 20 Desember 2018. (Namun) proyek tak berjalan," kata dia.

Corporate Secretary PT Jakpro, Hani Sumarno, sebelumnya mengakui, pembangunan fisik ITF Sunter belum berjalan. Padahal, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN bersedia membeli energi yang akan dihasilkan.

’’Iya, (komitmen) PLN buat beli listrik sudah beres. Hanya saja (pekerjaan) fisik belum," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Rencana proses insenerasi sampah di ITF Sunter. Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

Berita Lainnya