logo alinea.id logo alinea.id

Tolak proyek pariwisata, warga Marosi Sumba ditembak mati

Warga Sumba Barat Poro Duka (45) tewas ditembak aparat kepolisian setempat, karena menolak pengukuran tanah yang dilakukan investor di NTT.

Purnama Ayu Rizky
Purnama Ayu Rizky Rabu, 02 Mei 2018 16:02 WIB
Tolak proyek pariwisata, warga Marosi Sumba ditembak mati

Warga Sumba Barat Poro Duka (45) tewas ditembak aparat kepolisian setempat, karena menolak pengukuran tanah yang dilakukan investor di pesisir Marosi, Desa Patiala Bawa, Lamboya, Sumba Barat, NTT, Rabu (25/4) lalu. Selain Poro, Polres Sumba Barat juga mendaratkan timah panas pada warga lainnya, Matiduka, di kedua kakinya. Insiden ini diikuti tindak kekerasan pada 10 orang, satu di antaranya adalah siswa SMP.

Direktur Walhi NTT Umbu Wulang dalam rilisnya, Minggu, menuturkan penembakan bermula dari aktivitas pengukuran lahan seluas 200 ha yang tersebar di pesisir Pantai Marosi. Aktivitas tersebut dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama PT Sutra Marosi dan dikawal 50 polisi bersenjata lengkap, yang mengendarai mobil anti huru-hara. PT Sutra Marosi merupakan investor di bidang pariwisata yang akan menggunakan lahan tersebut untuk wahana pariwisata.

Sebelumnya pada 21 februari 2018, warga memang telah dimediasi dengan investor namun tak menghasilkan titik temu. Sementara itu, pihak investor dan BPN bersikukuh tetap melakukan pengukuran tanah.

Warga yang sedari awal telah menyatakan penolakannya, lantaran proyek itu tak punya legalitas dan dibangun di atas lahan terlantar, hanya bisa menyaksikan pengukuran tersebut. Riak protes sempat dilayangkan, namun camat dan kepala dinas berusaha menenangkan mereka. Sebagian warga memutuskan datang ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumba Barat untuk menyampaikan aspirasi. Sisanya tetap berada di lokasi.

Sekitar pukul 13.15, saat bidang 5 diukur, seorang warga nekat mendokumentasikan dengan kamera ponsel. Sontak, polisi yang berjaga segera merampas ponsel milik warga dan memukulinya.

Kejadian itulah yang memicu kedatangan warga lainnya. Polisi segera mengambil tindakan penembakan sehingga membuat seorang warga tewas dan puluhan orang terluka.

Umbu Wulung, dikutip dari laman resmi Walhi menyebutkan, pesisir Marosi memang akan digarap menjadi lokasi pariwisata baru. Bahkan kawasan tersebut menjadi prioritas pembangunan nasional dan ditargetkan menyumbang produk domestik bruto 5,5% dan devisa Rp233 triliun.

“Penggunaan tangan negara dalam hal ini aparat keamanan, dalam berbagai kasus lingkungan hidup dan agraria semakin massif dari hari ke hari, dan tentu saja bertentangan dengan semangat Nawacita pemerintahan Jokowi-JK,” tuturnya.

Sponsored

Untuk itulah ia mendesak pencopotan Kapolda NTT dan Kapolres Sumba Barat yang secara komando bertanggung jawab atas pengerahan 50 aparat polisi bersenjata lengkap pada tragedi tersebut.

“Segera tangkap dan adili pelaku penembakan dan pemukulan warga pesisir Pantai Marosi, Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, NTT. Usut pula keterlibatan PT Sutra Marosi. Lalu pulihkan hak warga pesisir pantai setempat,” ungkapnya dalam rilis itu.