sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Puncak arus mudik hari ini pukul 16.00-20.00 WIB

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Jumat (31/5) hari ini pukul 16.00-20.00 WIB.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 31 Mei 2019 17:39 WIB
Puncak arus mudik hari ini pukul 16.00-20.00 WIB

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Jumat (31/5) malam ini pukul 16.00-20.00 WIB. Puncak arus mudik itu terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Ketua Harian Posko Mudik Kemenhub Arif Toha Tjahjagama mengatakan, pemerintah melakukan antisipasi penumpukan kendaraan untuk mengurai kemacetan dengan memberlakukan kombinasi contra flow dan one way

"Kalau traffic tinggi, puncak treatment-nya sama dengan menggunakan optimalisasi one way dan contra flow," ujar Arif saat memberikan keterangan pers di Posko Mudik Nasional Kemenhub, Jumat (31/5). 

Sampai saat ini, kata Arif, berdasarkan laporan yang masuk, Korlantas setempat sudah tidak lagi memberlakukan contra flow yang sebelumnya diberlakukan pada KM 29 hingga KM 61 sejak pukul 07.20 WIB tadi pagi. 

Kebijakan contra flow sempat dilakukan di KM 29 sampai KM 61 pada pukul 05.45 WIB. Kemudian bergeser di KM 34 sampai KM 61. "Namun sudah berlangsung normal sejak 08.40 WIB dan sudah tidak diberlakukan contra flow," kata Arif. 

Adapun titik kemacetan tertinggi diprediksi pada Gerbang Tol Cikampek Utama dan Gerbang Tol Brebes Exit (Brexit). 

Arif memprediksi masih ada sejumlah 900 kendaraan mobil pribadi yang akan keluar dari Jakarta melewati Gerbang Tol Cikampek Utama hari ini. "Namun, (angka tersebut) masih bisa berubah," tutur Arif. 

Pada kondisi lain, pintu masuk jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) masih sepi dari kendaraan pemudik dari arah Pulau Jawa ke Pulau Sumatera menjelang H-5 Lebaran 2019.

Sponsored

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat petang, kepadatan kendaraan pemudik yang ingin menuju Sumatera belum terjadi pada pintu masuk tol Bakauheni.

Akan tetapi, arus kendaran di Gerbang Tol Bakauheni JTTS sudah mulai dipadati kendaraan dari arah Sumatera ke Pulau Jawa, baik itu kendaraan pribadi, truk, maupun bus.

Pada umumnya kendaraan yang melintasi JTTS dari Sumatera ke Jawa adalah mobil berpelat, BG, BE, BM, dan BK.

Sementara itu, pemudik pejalan kaki dari Pelabuhan Merak Banten telah mulai berdatangan ke Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Di sisi lain, arus di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) juga masih terlihat lengang.

Terminal Kampung Rambutan Jakarta. / Antara Foto

Terminal bus

Sementara itu, puncak arus mudik Lebaran 2019 dengan keberangkatan Terminal Kampung Rambutan diperkirakan akan berlangsung pada H-2 lebaran atau pada Senin (3/6).

"Kami perkirakan jumlah penumpangnya juga akan meningkat dari tahun lalu, sebanyak 20.000 penumpang," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan, Thofik Winanto, di Jakarta, Jumat (31/5).

Pada puncak arus mudik Lebaran 2018 tercatat hanya sebanyak 16.000 pemudik, atau naik sekitar 20% pada mudik kali ini. Sampai Jumat siang, jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan hampir mencapai 20.000 penumpang.

Pemudik dengan tujuan Pulau Sumatera mendominasi penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan, atau sekitar 60% dari total penumpangnya.

Untuk puncak arus mudik di Terminal Pulo Gebang diperkirakan sekitar H-4 dan H-3 atau 1-2 Juni 2019. "Kalau di sini kemungkinan jumlah penumpang pada puncak mudik sekitar 15.000 pemudik," kata Staf Operasional Terminal Pulo Gebang, Krisna Febriatma.

Terminal Pulo Gebang melayani pemberangkatan penumpang dengan tujuan Nusa Tenggara Barat, Bali, provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera, terdapat 96 jasa transportasi yang aktif beroperasi.

Pemudik di Stasiun Pasar Senen Jakarta. / Antara Foto

Kereta api

Pada hari yang sama, sekitar 150.000 penumpang kereta api berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta selama masa angkutan Lebaran 2019 pada 26-31 Mei.

“Untuk hari ini jumlah penumpang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan H-10 lebaran dan diprediksi puncak arus mudik terhitung mulai hari ini, Jumat, 31 Mei,” kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa saat ditemui di Stasiun Pasar Senen Jakarta.

Menurut dia, per Jumat, sekitar 24.500 pemudik telah berangkat dari Stasiun Pasar Senen ke kota tujuan masing-masing. Jumlah tersebut diprediksi untuk terus meningkat beberapa hari ke depan.

PT KAI Daop 1 memprediksi akan ada kenaikan jumlah penumpang dari Jakarta selama masa angkutan Lebaran 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Eva mengatakan selama masa angkutan Lebaran 2018, total pemudik mencapai 915.540 penumpang.

“Untuk masa angkutan Lebaran 2019, jumlah tersebut bisa meningkat hingga 9% menjadi sekitar 997.000 sampai 1 juta penumpang,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT KAI telah menyiapkan berbagai fasilitas tambahan. Khusus di Stasiun Pasar Senen, PT KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan delapan kereta tambahan serta dua kereta tambahan ekstra, sehingga total kereta yang beroperasi selama masa angkutan lebaran menjadi 36 kereta.

Eva menambahkan dari total ketersediaan tempat duduk dan kereta tambahan untuk H-5 sampai dengan H-1 seluruhnya sudah habis terjual.

Selain penambahan armada kereta, sejumlah fasilitas penunjang di Stasiun Pasar Senen juga direvitalisasi untuk menyambut kedatangan masa mudik lebaran tahun ini, termasuk perpanjangan peron tiga dan peron empat untuk mengakomodasi naik dan turun penumpang KA rangkaian panjang.

Selain itu, ruang tunggu penumpang Zona 3 juga diperluas menjadi 1.700 meter persegi dari luas awal 950 meter persegi. (Ant).