sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PWJ desak polisi ungkap motif penembakan wartawan di Simalungan

"Polisi harus segera usut pelaku dan motif di balik kasus penembakan ini," tegas Bowo.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Minggu, 20 Jun 2021 09:29 WIB
PWJ desak polisi ungkap motif penembakan wartawan di Simalungan

Polda Sumatra Utara (Sumut) terus didesak mengusut tuntas kasus dugaan penembakan terhadap Mara Salem Harahap. Dia merupakan salah satu wartawan di Simalungun, Sumut.

Ketua Poros Wartawan Jakarta (PWJ), Tri Wibowo Santoso, meminta, kepolisian segera mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut.

Bowo, panggilan bekennya menyatakan, bahwa peristiwa ini merupakan sebuah tindakan atau upaya untuk memberangus daya kritis wartawan terhadap suatu masalah.

"Polisi harus segera mengsut pelaku dan motif di balik kasus penembakan ini," kata Bowo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/6).

Bowo mengaku, prihatin atas kasus yang kembali menimpa wartawan sebagai korban pembunuhan. Padahal, menurut dia, apabila ditemukan adanya masalah hukum yang melibatkan wartawan, sebaiknya diselesaikan melalui Undang-undang (UU) Pers.

"Kasus kekerasan terhadap wartawan, apalagi sampai menghilangkan nyawa, tidak perlu terjadi. UU Pers sudah sangat jelas, di mana membuka ruang bagi pihak lain yang merasa haknya dirugikan akibat adanya pemberitaan pers untuk melakukan upaya melalui Hak Jawab," bebernya.

Harahap atau akrab disapa Marsal, meninggal dunia usai ditembak orang tak dikenal, Sabtu dinihari (19/6). Korban dilaporkan tewas tak jauh dari rumahnya, di Desa Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Luka tembak ditemukan di paha sebelah kiri korban.

Polda Sumut telah membentuk tim gabungan untuk memburu pelaku penembakan. Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus itu dan olah tempat kejadian perkara. 

Sponsored

Sebelum tewas tertembak, Harahap sempat divonis enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Simalungun, Sumut atas dugaan melakukan pencemaran nama baik atas pemberitaan berjudul: Proyek Korupsi di RSUD Perdagangan Rp9,1 Miliar diduga Melibatkan Bupati Simalungun Saragih dan oknum anggota DPRD Simalungun, Elias Barus.

Berita Lainnya