sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Raffi Ahmad keluyuran pascavaksin, Epidemiolog: Siapa yang rekrut?

Pemerintah seharusnya melakukan persiapan matang sebelum merekrut influencer

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 14 Jan 2021 09:17 WIB
Raffi Ahmad keluyuran pascavaksin, Epidemiolog: Siapa yang rekrut?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.024.298
Dirawat 149.388
Meninggal 28.855
Sembuh 831.330

Pemerintah dianggap melakukan blunder dalam merekrut selebritas Raffi Ahmad sebagai pemengaruh (influencer) yang pertama kali divaksin Covid-19 untuk meyakinkan publik. Pangkalnya, bekas pembawa acara Dahsyat itu dikabarkan keluyuran tanpa protokol kesehatan (prokes) setelahnya.

Menurut ahli epidemiologi dan biostatistik Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, pemerintah perlu melakukan persiapan matang jika ingin merekrut influencer untuk memengaruhi opini sehingga mengerti betul.

"Siapa, sih, yang memilih dia (Raffi Ahmad)? Influencer itu enggak mengerti. Siapa, sih, di Istana yang merekrut dia?" ucapnya saat dihubungi Alinea.id, Kamis (14/1).

"Seharusnya (pemerintah) belajar dari waktu merekrut banyak influencer yang dianggap bisa memengaruhi milenial itu. Iya (seperti kasus Anji), jadi kacau semua," sambungnya.

Baginya, sebaiknya pemerintah tak merekrut influencer apabila tanpa persiapan matang lantaran bisa menjadi kontradiksi dan memengaruhi opini para pengikutnya.

"(Jadi, nanti berpikir) oh, nanti kalau sudah divaksin, bisa pesta-pesta. Itu, kan, memberikan contoh yang kurang baik,” tutur Pandu.

Raffi menjadi salah satu orang yang mengikuti tahap awal vaksinasi Covid-19 bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1) pagi.

Malam harinya, dia bersama istrinya hingga aktor Gading Marten dikabarkan keluyuran tanpa menerapkan prokes. Ini sempat diabadikan dalam cerita Instagram selebgram Anya Geraldine, yang belakangan telah dihapusnya lantaran menjadi polemik.

Sponsored

"Bener-bener @raffinagita1717 abis dikasih vaksin langsung nongkrong. Enggak ada protokol kesehatan. Buang-buang jatah vaksin aja beb," tulis Anya Geraldine.

Berita Lainnya