sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rapat DPR-Yasonna batal digelar, Demokrat kecewa

Politikus Demokrat Hinca Panjaitan belum mengetahui alasan Menteri Yasonna Laoly menunda rapat tersebut.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 03 Feb 2020 15:51 WIB
Rapat DPR-Yasonna batal digelar, Demokrat kecewa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Rapat kerja (raker) Komisi III DPR RI bersama Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM), Senin (3/2), batal digelar. Rencananya, raker tersebut akan dilaksanakan akhir bulan ini.

Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan membenarkan hal itu. Menurutnya, Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM) Yasonna Laoly sendiri yang meminta agar raker tersebut ditunda. 

Hinca belum mengetahui alasan Yasonna menginginkan rapat itu ditunda. "Kemarin kami diberitahu sama sekretariat kalau ditunda ke tanggal 24 Februari, cukup jauh. Alasannya sendiri belum ada penjelasan," kata Hinca di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Politikus Demokrat itu sangat menyayangkan penundaan rapat ini. Pasalnya, Komisi III sendiri telah menyiapkan beberapa materi untuk ditanyakan ke Yasonna, di antaranya terkait kinerja Yasonna per awal tahun 2020. Kemudian, isu yang telah menjadi pertanyaan banyak pihak seperti kasus perkara suap pergantian antarwaktu anggota DPR, Harun Masiku.

Sponsored

"Saya kira semua orang kan akan menunggu apa yang sedang menunggu apa yang menjadi perbincangan publik itu," ungkapnya.

Selain kasus Harun Masiku, Komisi III rencananya juga menanyakan pencopotan Ronny F Sompie dari jabatan Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi. Komisi III ingin meminta penjelasan langsung dari Yasonna terkait pencopotan jabatan Ronny.

"Karena kalau di media kan sepotong-sepotong ya. Tentu kalau kami kan bisa mendalami lebih dalam lagi," tutupnya.

Berita Lainnya