logo alinea.id logo alinea.id

Ratusan penyandang disabilitas bakal salat Idul Adha di Istiqlal

Mengikutsertakan dalam salat ied di Istiqlal menunjukkan masyarakat dan pemerintah ramah terhadap penyandang disabilitas.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Minggu, 11 Agst 2019 01:15 WIB
Ratusan penyandang disabilitas bakal salat Idul Adha di Istiqlal

Lewat koordinasi dengan Bimas Islam Kementerian Agama, sebanyak 366 penyandang disabilitas, baik yang berkursi roda, maupun disabilitas buta dan tuli akan bersama-sama mengikuit Salatm Ied pada hari raya Idul Adha 1440 Hijriyah, Minggu (11/8) di Masjid Istiqlal bersama kepala negara.

“Ada 366 disabilitas yang telah didaftarkan untuk hadir. Tetapi secara umum penyandang disabilitas lain boleh hadir,” kata salah satu penyandang disabilitas berkursi roda, Bahrul Fuad, saat ditemui di Masjid Istiqla, Jakarta Sabtu (10/8).

Lebih lanjut, pria yang biasa disapa Cak Fu itu mengatakan, ini akan menjadi satu tonggak bersejarah bahwa masyarakat dan pemerintah ramah terhadap penyandang disabilitas. Menurut Cak Fu, kebijakan mengikutsertakan penyandang disabilitas dalam ibadah keagamaan tahun ini tak datang tiba-tiba. Semua itu berangkat dari sebuah buku berjudul ‘Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas’.

Buku itu diterbitkan atas hasil kerja sama Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU), Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), dan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD-UB). 

Sebagai anggota Program Peduli The Asia Foundation, Cak Fu ikut menyusun buku tersebut dan menyumbangkan pokok pemikiran mengenai pedoman keagamaan bagi umat muslim penyandang disabilitas.

“Buku itu disambut baik oleh Kementerian Agama, khususnya Bimas Islam. Lalu Bimas Islam mengundang kami dalam FGD (focus group discussion) untuk membicarakan apa saja kebutuhan bagi disabilitas muslim dalam beribadah,” tutur Cak Fu. 

Pertemuan itu, kata dia, kemudian berlanjut dengan penunjukan dirinya sebagai koordinator penyandang disabilitas oleh Bimas Islam. Menurut Cak Fu, pelaksanaan salat Ied yang mengikutsertakan penyandang disabilitas selaras dengan misi buku tersebut, yakni membela kepentingan para disabilitas dalam melaksanakan ibadah, khususnya dalam agama Islam.

Cak Fu mengimbau agar warga muslim disabilitas yang hendak ikut salat Ied di Istiqlal bisa datang sejak subuh. Menurutnya, penyandang disabilitas sebaiknya masuk melalui pintu gerbang Al Ghaffar yang berada di seberang Gedung Pertamina atau Jalan Perwira. Selanjutnya, mereka bisa memasuki Masjid Istiqlal melalui pintu Arrahman yang dekat dari gerbang Al Ghaffar.

Sponsored

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Pengelola Mesjid Istiqlal Jakarta, Laksamana Pertama TNI (Purn) Asep Saepudin, dalam rapat koordinasi itu menekankan instruksi Presiden Jokowi untuk menghadirkan disabilitas sebanyak-banyaknya pada salat Ied kali ini.

“Ini dimaksudkan sekaligus juga menunjukkan bahwa masjid ramah disabilitas,” kata Asep.

Adapun Presiden Jokowi pada Idul Adha kali ini menyumbang hewan kurban seekor sapi berbobot 1,07 ton. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla turut berkurban sapi seberat 926 kilogram.