sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ratusan warga Bantul mengundurkan diri dari peserta PKH

Mereka yang mengundurkan diri merasa tidak berhak mendapat bantuan.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Jumat, 01 Mar 2019 11:13 WIB
Ratusan warga Bantul mengundurkan diri dari peserta PKH
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat sekitar 300 warga di Bantul mengundurkan diri dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka yang mengundurkan diri merasa tidak berhak mendapat bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Sosial .

"Kalau yang mengundurkan diri itu baru dari PKH. Sampai sekarang sudah ada sekitar 300-an orang,” kata Koordinator PKH pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bantul, Rini Natalina di Bantul, Yogyakarta, pada Jumat (1/3).

Menurut Rini, ratusan warga Bantul itu mengundurkan diri dari kepesertaan PKH tahun 2019 karena merasa tidak berhak menerima bantuan tersebut. Dari segi ekonomi, ratusan warga tersebut merasa sudah mampu, sehingga memilih keluar dari kriteria keluarga miskin penerima program pemerintah itu. 

Rini mengungkapkan, sejak ada upaya pembaruan maupun verifikasi data kemiskinan di Bantul awal tahun 2019, pihaknya menemukan warga yang sudah tidak masuk kriteria miskin, namun masih terdata dalam basis data terpadu. 

Oleh karena itu, para warga yang telah merasa mampu itu memilih mundur dari kepesertaan PKH. Bahkan di salah satu wilayah Bantul, mundurnya mereka dari PKH diinisiasi oleh para warga Pedukuhan dengan mengajak warga lainnya secara bersama-sama untuk mengundurkan diri. 

"Bahkan di wilayah Kecamatan Pundong itu ada 62 warga yang mengundurkan diri hari itu, yang diinisiasi mereka. Jadi, setiap hari pasti ada yang mengundurkan diri dari hasil verifikasi kami," katanya. 

Rini mengatakan, total penerima PKH di Bantul pada tahun ini sebanyak 64.655 peserta. Namun, jumlah tersebut belum dikurangi dengan peserta yang mengundurkan diri, yang diperkirakan tak menutup kemungkinan akan semakin bertambah jumlah yang mundur.

Sementara itu, Asisten III Bidang Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Bantul, Totok Sudarto, mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul sedang melakukan pembaruan data terpadu kemiskinan dengan melakukan pendataan warga berdasarkan nama dan alamat tempat tinggal.

Sponsored

“Ketika memperbarui data, maka imbauan dari Pemkab Bantul untuk seluruh warga masyarakat yang sudah mampu dimohon mundur dari penerima PKH, masing-masing desa sudah ada penilaian. Dan di beberapa tempat sudah pada mengundurkan diri," katanya.

Bahkan, kata dia, ada kejadian unik di salah satu desa di Pandak tepatnya di Dusun Jodog ada imbauan dari kepala dusun atau dukuh setempat agar warga secara bersama-sama mengembalikan atau mundur dari penerima PKH.

"Juga ada imbauan dari tokoh masyarakat sekiranya sudah mampu tapi masih menerima PKH, maka akan didoakan seluruh warga kampung menjadi tidak mampu. Akhirnya mulai dari Jodog itu kemudian sudah banyak yang mundur dari PKH," kata Totok. (Ant)

Berita Lainnya