sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Realisasi vaksinasi Covid-19 capai 24,9 juta dosis

Presiden Joko Widodo menyebut vaksinasi Covid-19 merupakan game changer.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Selasa, 25 Mei 2021 14:15 WIB
Realisasi vaksinasi Covid-19 capai 24,9 juta dosis

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyampaikan, realisasi vaksinasi hingga saat ini mencapai 24,9 juta dosis vaksin dari target pemerintah sebanyak 70% penduduk Indonesia atau 181,5 juta penduduk.

"Dengan rincian: SDM kesehatan sudah 1,5 juta dosis pertama, dosis kedua 1,4 juta; lansia dosis pertama 3,1 juta, dosis kedua 2,1 juta; dan petugas publik vaksinasi dosis pertama 10,4 juta dan dosis kedua 6,5 juta jiwa,” ujar Airlangga di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (25/05).

Pemerintah, jelasnya, mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi dengan memperhatikan aspek kedaerahan atau geospasial berdasarkan basis baik itu zona merah, oranye, dan kegiatan perekonomian.

Vaksinasi Covid-19, jelas politikus Golkar ini, merupakan salah satu langkah krusial yang menentukan kesuksesan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 sebagaimana pernah disinggung Presiden Jokowi.

“Presiden Joko Widodo menyebut vaksinasi Covid-19 adalah game changer, yaitu salah satu langkah krusial yang menentukan kesuksesan kita untuk mengakhiri pandemi Covid-19,” bebernya mengutip laman Setkab.

Ia juga menyampaikan harapannya terhadap program aksinasi gotong royong yang telah diluncurkan 18 Mei lalu agar dapat dipercepat dan ditingkatkan targetnya.

“Pemerintah menyambut baik pelaksanaan program vaksinasi yang juga dimulai yaitu vaksinasi gotong royong melalui KADIN, dan tentunya ini diharapkan bisa dipercepat,” kata Ketua Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini.

 

Sponsored

Untuk diketahui, Indonesia kembali kedatangan 8 juta bahan baku (bulk) vaksin Covid-19 Sinovac di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, hari ini. Vaksin yang didatangkan tersebut sudah melalui proses evaluasi oleh Badan POM sudah mendapatkan pertimbangan dari para ahli dari ITAGI dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Berita Lainnya