logo alinea.id logo alinea.id

Rencana demo di Komnas HAM, pendukung 02 belum kumpul di Masjid Sunda Kelapa

Keramaian yang tampak di depan Masjid Sunda Kelapa merupakan keramaian usai salat Jumat.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 28 Jun 2019 14:21 WIB
Rencana demo di Komnas HAM, pendukung 02 belum kumpul di Masjid Sunda Kelapa

Para pendukung Prabowo-Sandiaga Uno berencana menggelar aksi unjuk rasa di Komnas HAM. Namun hingga usai salat Jumat, belum terlihat kerumunan massa di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, titik kumpul massa.

Berdasarkan pantauan reporter Alinea.id, usai salat Jumat, Masjid Agung Sunda Kelapa terlihat ramai. Keramaian berasal dari jemaah yang selesai menjalankan salat Jumat. Lalu lintas di persimpangan depan Masjid juga ramai.

Kepala Unit (Panit) Patroli Polda Metro Jaya Ipda Salomo mengatakan, belum terlihat tanda-tanda pengunjuk rasa berkumpul di Masjid Agung Sunda Kelapa. Keramaian yang tampak saat itu merupakan keramaian biasa.

"Seperti hari Jumat pada biasanya, padat dan ramai. Tapi belum kelihatan, infonya kumpul di sini, kemudian menuju Komnas HAM. Ya kita patroli saja sampai keadaan aman," ujar dia di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jumat (28/6).

Unjuk rasa dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi menolak semua gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang diajukan pasangan calon nomor urut 02: Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Majelis hakim MK juga menolak semua eksepsi pihak termohon (KPU) dan pihak terkait (pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin). 

Ipda Salomo menjelaskan, pihaknya menurunkan 18 personel untuk menjaga keamanan di kawasan Masjid Agung Sunda Kelapa. "Sudah apel sejak pukul 10.00 WIB. Kami berpatroli saja untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kalau memang pindah titik kumpul, kami pun langsung menuju lokasi sesuai arahan atasan," katanya.

Senada, Panit Lantas Polda Metro Jaya Iptu Surila menyebut belum terlihat tanda-tanda adanya massa yang berkumpul. "Kami sudah siaga sejak pukul 10.00 WIB dengan 18 personil. Kami mengantisipasi adanya kemacetan lalu lintas," katanya.

Rencananya, unjuk rasa para pendukung Prabowo-Sandi di Komnas HAM akan menyoroti banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat pemilu. Massa juga akan menyampaikan pengaduan tentang korban tewas dalam kerusuhan 21-22 Mei di sekitar Gedung Bawaslu. 

Sponsored