sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rentetan belasan gempa susulan terjang Manado

Lokasi gempa susulan terjadi di seputar lokasi gempa utama, yaitu di sekitar Barat Daya Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 08 Jul 2019 08:59 WIB
Rentetan belasan gempa susulan terjang Manado
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Winangun, Kota Manado, Edward H Mengko, mengatakan ada 16 gempa susulan terjadi pascagempa dengan magnitudo 7,1 pada Minggu (7/7) pukul 22:08 WIB di wilayah perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

"Lokasi gempa susulan terjadi di seputar lokasi gempa utama yaitu sekitar Barat Daya Ternate, Provinsi Maluku Utara," kata Edward di Manado, Senin (8/7).

Dia mengatakan, rentang kekuatan gempa susulan yang terekam berkisar antara magnitudo 3,8 hingga 4,9. Hingga kini belum ada informasi terjadinya kerusakan bangunan dan infrastruktur, termasuk kerusakan yang paling parah.

Dia mengatakan, pascagempa magnitudo 7,1, dari hasil observasi alat pengukur pasang surut air laut badan informasi geospasial, tidak ditemukan ada anomali kenaikan atau turunnya permukaan air laut yang mengindikasikan tsunami. Akan tetapi, terjadi kenaikan dan penurunan permukaan air laut adalah normal akibat pasang surut.

"Kami tetap berharap warga waspada, jangan panik dan tetap merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG, jangan mudah percaya informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," ajak Edwad.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Sulawesi Utara, Ruddy Wongkar, mengatakan belum ada informasi terjadinya kerusakan pascagempa magnitudo 7,1 pada Minggu malam (8/7).

“Hingga kini belum ada informasi kerusakan, mudah-mudahan saja tidak ada,” ujar Ruddy. 

Ruddy menuturkan gempa yang terjadi di perairan antara Sulut Utara dan Maluku Utara itu terasa kuat dalam beberapa detik, sehingga warga meresponsnya dengan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Sponsored

"Kami sudah sampaikan ke tingkat kecamatan ataupun kelurahan untuk mendata dan melaporkan apabila terjadi kerusakan," ujar Ruddy.

Pemerintah Kota Bitung, lanjut dia, pasti segera melakukan penanganan dan memberikan bantuan apabila ada rumah warga yang mengalami kerusakan.

Gempa magnitudo 7,1 yang terjadi pada 22:08:39 WIB, Minggu (7/7) menyebabkan warga di pesisir di Girian Bawah, Wangurer, Madidir dan Bitung Barat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Namun, tak lama berselang warga sudah kembali lagi ke rumah masing-masing setelah dinyatakan peringatan dini tsunami dicabut.

"Kita masih menunggu informasi dari camat atau lurah terkait dengan kerusakan pasca gempa," ujar Ruddy. (Ant)

Berita Lainnya