sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rizal Ramli bawa 1.520 pengacara bela pencemaran nama baik

Rizal Ramli pun tak gentar menyebut ada 1.520 pengacara yang akan membelanya atas dugaan tindakan fitnah tersebut.

Ayu mumpuni Dimeitri Marilyn
Ayu mumpuni | Dimeitri Marilyn Rabu, 24 Okt 2018 16:37 WIB
Rizal Ramli bawa 1.520 pengacara bela pencemaran nama baik

Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran baik tim advokasi Nasional Demokrat (Nasdem). Rizal Ramli pun tak gentar dan menyebut ada 1.520 pengacara yang akan membelanya atas dugaan tindakan fitnah tersebut.

“Hari ini kami memenuhi panggilan Polda dan saya ingin menegaskan tidak ada niat untuk merusak nama baik siapapun, lembaga atau orang,” ujarnya sebelum menjalani pemeriksaan, Rabu (24/10).

Kedatangan Rizal Ramli ke Polda untuk menghadapi pelaporan dari Badan Advokasi Hukum (Bahu) DPP Partai Nasional Demokrat. BAHU mempertanyakan kebenaran wawancara ekslusif Rizal Ramli di sebuah stasiun televisi yang menyebutkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai dalang dari kebijakan impor beras, gula dan garam yang dilakukan pemerintah era Joko Widodo.

Kendati begitu, Rizal meyakini omongannya soal kartel pangan tersebut hanya untuk memperjuangkan kepentingan publik. Maka, tidak mungkin telah melakukan pencemaran nama baik terhadap seseorang.  "Kami tidak berniat mencemarkan nama baik siapa pun," kata Rizal Ramli.

Rizal juga menghaturkan kekecewaannya kepada Surya Paloh. Mengingat pelapor pencemaran nama baik dilakukan oleh instruksi Surya Paloh selaku Ketua Umum DPP Partai Nasdem. Sebab, Rizal mengaku Surya Paloh adalah sahabat karibnya.

Di sisi lain, salah satu kuasa hukum Rizal Ramli, Otto Habibuan membeberkan surat panggilan yang dilayangkan kepada Rizal Ramli untuk proses penyelidikan. Otto menilai laporan BAHU bernomor  LP/4963/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 17 September 2018 itu, tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

“Pada surat panggilan Rizal Ramli, kami tidak melihat surat perintah penyelidikan. Padahal kita ketaui lidik itu untuk rangkaian sidik oleh penyidik untuk menentukan apakah ada peristiwa pidana atau tidak. Setelah ditemukan pidana baru kasus ditentukan naik sidik untuk tentukan siapa pelakunya,” kata Otto Hasibuan.

Mantan kuasa hukum Jessica Kumala Wongso itu menganggap, dalam laporan tersebut, ada indikasi penghilangan bagian tertentu berupa ucapan wawancara. Penghilangan beberapa kalimat yang diucapkan Rizal Ramli itu pun akan diklarifikasi kepada tim penyidik.

Sponsored

Otto berharap dalam kasus ini pihak kepolisian bersikap profesional. Dia mengimbau kepada pihak kepolisian untuk menghindari kriminalisasi Rizal Ramli yang menambah daftar tokoh bangsa korban politis. (ant)