sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rizieq Shihab pilih istirahat daripada picu kerumunan

Kegiatan yang dihadiri Imam Besar FPI menimbulkan kerumunan dan diduga melanggar protokol kesehatan.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 19 Nov 2020 19:44 WIB
Rizieq Shihab pilih istirahat daripada picu kerumunan

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab, dikabarkan beristirahat sejenak dan tidak ingin menghadiri acara yang menimbulkan kerumunan massa untuk sementara waktu.

Hal itu diketahui melalui pernyataan pers DPP FPI yang ditandatangani oleh Ketua Umum Ahmad Sobri Lubis dan Sekretarus Umum Manarman, Kamis (19/11). Ini sekaligus menanggapi keberadaan Rizieq di ruang publik pascaacara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11).

"Bahwa IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) saat ini memilih untuk istirahat, jeda sejenak," tulis pernyataan pers itu yang diterima Alinea,id, beberapa saat lalu.

Keputusan tersebut diambil mempertimbangkan rangkaian acara yang padat dan terjadinya kerumunan massa saat Rizieq hadir setelah mendarat di Indonesia dari Arab Saudi, Selasa (10/11).

"Sebagai wujud komitmen IB HRS dalam mengajak umat untuk menciptakan pola hidup sehat di masyarakat, maka untuk sementara IB HRS memilih tidak melakukan kegiatan yang akan berdampak pada penumpukan massa hingga situasi kembali normal," kutip pernyataan tersebut.

Dalam keterangan itu, Rizieq juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pihak yang telah mengajukan undangan acara. Pasalnya, tidak dapat memenuhinya hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

"Kami sampaikan mohon maaf yang sebesarnya karena IB HRS saat ini belum dapat memenuhi undangan tersebut hingga nanti IB HRS memutuskan dapat beraktivitas secara normal kembali," tandas pernyataan itu.

Ramainya massa yang mengikuti kegiatan dengan Rizieq sebagai pengkutbah, seperti di Petamburan dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), pada pekan lalu, menimbulkan kontroversi mengingat dilakukan saat pandemi Covid-19.

Sponsored

Polisi pun kini mengusut acara itu karena diduga melanggar protokol kesehatan dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, sudah dimintai keterangannya.

Bupati Bogor, Ade Yasin, pun dijadwalkan akan dipanggil pada Jumat (20/11). Lantaran terpapar Covid-19, dirinya urung dihadirkan dan digantikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Berita Lainnya