sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet antisipasi skenario terburuk

Tak hanya peralatan dan fasilitas, tenaga medis dan pendukung pun telah disiapkan jika kemungkinan terburuk terjadi.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 26 Mar 2020 14:48 WIB
RS Darurat  Covid-19 Wisma Atlet antisipasi skenario terburuk
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 81668
Dirawat 37450
Meninggal 3873
Sembuh 40345

Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet dipersiapkan untuk mengantisipasi skenario terburuk penyebaran Covid-19. Selain peralatan dan fasilitas lain, tenaga medis dan tenaga pendukung pun sudah bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan terburuk. 

Berdasarkan simulasi yang dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda DKI Jakarta, jumlah warga Ibu Kota yang terinfeksi coronavirus dapat berjumlah ribuan orang.

"Dari hasil simulasi Forkopimda DKI, karena daerah Jakarta banyak terpapar virus ini, skenario terburuk ada 6.000 sampai 8.000 orang positif," kata Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiyono di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Kamis (26/3).

Menurutnya, menjadikan tempat penginapan para atlet ajang Asian Games dan Asian Para Games 2018 sebagai rumah sakit merupakan bagian dari antisipasi yang dilakukan. Selain itu, pemerintah menghimpun berbagai kementerian dan lembaga terkait guna mendukung operasional rumah sakit tersebut.

Bahkan pemerintah pun menggalang bantuan relawan untuk terlibat dalam upaya penanganan coronavirus. Mahasiswa tingkat akhir diperbolehkan ikut serta menjadi relawan. 

Pemerintah memanfaatkan empat tower yang ada di Kompleks Wisma Atlet sebagai bagian dari rumah sakit, yaitu tower satu, tiga, enam, dan tujuh. Namun hanya tower enam dan tujuh yang digunakan untuk ruang isolasi dan rawat pasien. 

Tower satu dijadikan tempat istirahat bagi tim paramedis seperti dokter, perawat, beserta para relawan yang bertugas. Adapun tower tiga disediakan bagi para petugas dari Gugus Tugas Penanganan Covid 19.

Menurut Eko, kapasitas dua tower yang digunakan mencapai 3.000 pasien. Angka itu muncul dari daya tampung tower tujuh yang mencapai 1.700 dan tower enam 1.300. Meski demikian, pihaknya sudah mempersiapkan tower lain apabila skenario terburuk harus dihadapi.

Sponsored

"Total 3.000 pasien mampu ditampung di RS ini. Kalau skenario bertambah buruk, maka kita bisa gunakan tower empat dan lima," kata Eko menjelaskan. 

Hingga Kamis (26/3) pukul 06.00 WIB, terdapat 208 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit ini. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, 208 pasien terdiri dari 121 laki-laki dan 87 perempuan. 

Meski demikian, tidak semua pasien dinyatakan positif Covid-19. Terdapat pasien dalam pengawasan atau PDP serta orang dalam pemantauan atau ODP yang juga ditangani rumah sakit ini. 

"Pasien rawat inap 208 orang. Keterangan positif Covid-19 14 orang, PDP 146 orang, ODP 48 orang," kata Yudo.

Berita Lainnya