sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

RS khusus coronavirus di Batam ditarget rampung sebulan

Pulau Galang, Batam, dinilai berada di lokasi strategis untuk melakukan observasi pasien coronavirus.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 04 Mar 2020 17:01 WIB
RS khusus coronavirus di Batam ditarget rampung sebulan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Pemerintah berencana menjadikan fasilitas kesehatan yang pernah digunakan pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, sebagai rumah sakit khusus untuk menangani kasus-kasus coronavirus. Renovasi ditargetkan dapat selesai dalam waktu satu bulan.

"Kami akan bicarakan situasi di sini kayak apa. Mudah-mudahan dalam waktu sebulan bisa selesai," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono usai meninjau lokasi tersebut bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Rabu (4/3).

Dia menegaskan, pemerintah tidak membangun rumah sakit baru, melainkan merenovasi bangunan yang sudah ada. Fasilitas kesehatan yang ada di Pulau Galang, juga sempat berfungsi sebagai rumah sakit untuk menangani "manusia perahu" yang merupakan para pengungsi asal Vietnam.

Menurut Basuki, pemerintah belum memutuskan waktu renovasi fasilitas kesehatan tersebut. Kunjungan dia dan Panglima TNI ke lokasi tersebut, dilakukan sebagai pertimbangan orientasi lapangan.

"Ini baru akan kami rencanakan. Ini masih melihat ya, kalau ada rumah sakit atau pelabuhan di sini, operasinya kayak apa, kondisi alamnya kayak apa. Mudah-mudahan bisa kita selesaikan semua," kata Basuki.

Panglima TNI mengatakan, fasilitas kesehatan bekas para pengungsi Vietnam tersebut berada di lokasi strategis. Dari luar negeri, akses ke lokasi dapat ditempuh melalui Singapura yang berjarak 45 menit menggunakan kapal feri. Adapun dari dalam negeri, lokasi tersebut dapat dicapai melalui Bandara Hang Nadim Batam, yang berada sekitar satu jam dari Pulau Galang.

"Apabila ada WNI dari luar negeri maupun dalam negeri yang terinfeksi, harus melakukan observasi kapan pun saja itu, bisa langsung ke sini. Bandara Batam lebih dekat dan bisa didarati pesawat kecil maupun pesawat berbadan lebar. Jarak dari Batam airport menuju pulau Galang ini hanya satu jam 15 menit, sehingga lebih dekat," ujar Hadi.

Namun begitu, dia menekankan fasilitas kesehatan yang tersedia masih memerlukan sejumlah perbaikan. Bangunan yang sudah lama tak digunakan, menyebabkan terdapat sejumlah kerusakan pada fasilitas kesehatan tersebut.

Sponsored

Hanya saja, sejumlah fasilitas yang tersedia dan masih dapat digunakan menjadi pertimbangan pemerintah untuk membuat rumah sakit khusus coronavirus di lokasi tersebut. Fasilitas yang ada dianggap memenuhi syarat untuk menjadi lokasi observasi coronavirus dan penyakit yang disebabkan virus menular lainnya.

"Fasilitas di sini juga sudah memenuhi, di antaranya adalah air, listrik," ucap Hadi.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendukung rencana tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana mengatakan, rencana tersebut dapat memberi keuntungan bagi masyarakat Kepulauan Riau. Keberadaannya juga memudahkan warga Batam untuk berobat, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh.

"Mudah-mudahan rencana ini bisa terealisasi segera, digunakan bagi saudara-saudara yang harus melaksanakan observasi," kata Tjetjep.

Namun, ia menegaskan, rumah sakit tersebut tidak hanya akan digunakan untuk menangani penderita virus bernama resmi COVID-19 itu. Nantinya penyakit infeksi lain yang disebabkan virus dan bakteri pun dapat ditangani di rumah sakit ini.

"Jadi tidak benar rumah sakit yang akan dibangun di Galang itu hanya khusus untuk menangani penderita COVID-19. Yang benar itu, seluruh penyakit yang disebabkan virus atau bakteri," kata dia. (Ant)

Berita Lainnya