sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

RSDC Wisma Atlet fokuskan perawatan pasien bergejala

Pasien yang memiliki gejala ringan atau Orang Tanpa Gejala (OTG) diarahkan ke Tower 8 dan 9 yang ada di komplek Pademangan, Jakarta Utara.

Andi Adam Faturahman
Andi Adam Faturahman Senin, 18 Jan 2021 13:31 WIB
RSDC Wisma Atlet fokuskan perawatan pasien bergejala

Meningkatnya angka penambahan kasus positif serta munculnya varian baru dari Covid-19, membuat pihak Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, mengambil langkah untuk memfokuskan perawatan bagi pasien yang bergejala-berat. 

Koordinator RSDC Mayjen TNI Tugas Ratmono mengungkapkan, keputusan yang diambil RSDC Wisma Atlet didasari oleh terjadinya perubahan kasus yang semula cenderung ringan atau tanpa gejala, menjadi cenderung ke arah bergejala. Sehingga pasien yang memiliki gejala ringan atau Orang Tanpa Gejala (OTG) diarahkan ke Tower 8 dan 9 yang ada di komplek Pademangan, Jakarta Utara.

“Jadi untuk di Kemayoran, khusus untuk yang bergejala. Dan yang tanpa gejala atau ringan kami arahkan ke Tower 8 atau 9 di Pademangan,” ungkapnya dalam Talkshow bertajuk “Update RSDC Wisma Atlet: Kesiapan Pasca Libur Natal dan Tahun Baru”, Senin (18/1).

Sebelumnya RSDC Wisma Atlet Kemayoran, juga diperuntukan bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan, sedang, atau tanpa gejala.

Selain itu, kondisi hunian di RSDC wisma Atlet saat ini sudah mencapai angka 82,73%, dengan jumlah pasien yang ada sebanyak 4.959 pasien, dan jumlah ketersediaan tempat tidur (bed) sebanyak 5.994. Artinya ketersediaan jumlah bed yang tersedia di RSDC, hanya berjumlah sekitar 1.035 bed.

Sebagai langkah antisipasi, RSDC juga telah menyiapkan 20 bed untuk Intensive Care Unit (ICU) transisi, 27 bed untuk High Care Unit (HCU), dan 94 bed bagi Intermediate Care Unit (INCU) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Kemudian, ia juga telah merencanakan penambahan tenaga medis seperti perawat sebanyak 400 perawat, guna mengimbangi dan meningkatkan angka kesembuhan. Dalam beberapa hari sekali, setidaknya ada 80-100 perawat tambahan yang ditugaskan di RSDC Wisma Atlet. 

“Dokter, tenaga nonmedis termasuk tenaga laboraturium dan farmasi juga kami tambahkan. Selain itu, bagian limbah juga kami tambahkan, karena otomatis apabila ada peningkatan kasus maka sarana dan prasaranan juga akan meningkat. Itu akan kami tambahkan agar bisa mengatur (manage) yang baik,” ujar dia.

Sponsored
Berita Lainnya