sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Keamanan di DPR diperketat, jelang pelantikan Presiden-Wapres

Mengantisipasi gangguan keamanan pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin, Polisi melakukan pemeriksaan ketat kepada tamu DPR.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 17 Okt 2019 13:10 WIB
Keamanan di DPR diperketat, jelang pelantikan Presiden-Wapres
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Pengamanan di sekitar kompleks gedung MPR/DPR RI diperketat, jelang pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

Beberapa ruas jalan yang mengarah ke DPR diblokir petugas, sementara lalu lintas dialihkan ke jalur-jalur alternatif.

Pantauan Alinea.id, petugas menutup ruas di depan DPR atau Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Penutupan juga dilakukan di depan Stasiun Palmerah atau pintu masuk belakang DPR. Lokasi ini sebelumnya menjadi titik serang demonstrasi mahasiswa dan pelajar dengan aparat keamanan. 

Selain menutup ruas jalan, pemeriksaan ketat juga dilakukan pengawal dalam DPR terhadap setiap tamu yang masuk. Nampak petugas memeriksa tas, hingga bagasi motor sebagai antisipasi dari hal-hal yang mengganggu keamanan pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Polri sejauh ini telah mengeluarkan larangan demonstrasi hingga pelantikan Jokowi pada 20 Oktober.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menjelaskan, pihaknya tidak pernah melarang adanya aksi unjuk rasa. Namun, pihaknya memang tidak akan mengeluarkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) adanya aksi.

Menurutnya, langkah tersebut diambil agar Indonesia tidak dicap sebagai negara yang buruk.

“Kita juga memikirkan, bangsa kita harus dihargai dan harus dipandang, sebagai bangsa yang besar, tertib dan damai,” kata Tito usai melaksanakan apel gelar pasukan di Lapangan Silang Monas, Jakarta pada Kamis, (17/10).

Sponsored

Menurut Tito, Indonesia bukanlah bangsa yang kacau dan rusuh seperti negara timur tengah yakni: Afghanistan dan Suriah. Karena itu, momentum pelantikan kepala negara yang dihadiri tamu-tamu internasional ini, harus membuktikan kondisi Indonesia yang damai.

Berita Lainnya
×
img