sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rumah rusak di Banten akibat gempa bertambah jadi 106 unit

Mandalawangi menjadi wilayah yang mengalami kerusakan parah dengan 44 rumah rusak.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Sabtu, 03 Agst 2019 11:23 WIB
Rumah rusak di Banten akibat gempa bertambah jadi 106 unit
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang mencatat sebanyak 106 rumah rusak di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, akibat guncangan gempa di barat pulau Jawa.

Kepala BPBD Pandeglang Deni Kurnia mengatakan, berdasarkan data Sabtu (3/8) pukul 07.00 WIB, sebanyak 94 rumah rusak di Pandeglang. Wilayah terdampak paling parah terjadi di kecamatan Mandalawangi.

"Di Pandeglang paling parah di Mandalawangi, 44 rumah rusak. Paling parah di dua desa, Panjang Jaya dan Sinar Jaya," kata Deni saat dikonfirmasi, Sabtu (3/8).

Menurut Deni, peristiwa tersebut tak menyebabkan korban jiwa di wilayahnya. Hanya ada dua orang warga di Kecamatan Panimbang dan Cikeusik yang mengalami luka. 

Sementara di Kabupaten Lebak, gempa menyebabkan kerusakan pada 12 rumah yang berada di delapan kecamatan. Kepala BPBD Lebak Kaprawi mengatakan, saat ini pihaknya masih mendata kerusakan di lapangan sehingga jumlah tersebut masih mungkin bertambah.

Dari data sementara, dampak kerusakan terdapat di wilayah utara Kabupaten Lebak seperti di Rangkasbitung, Cipanas, Warunggunung dan Cimarga.

"Data sementara hingga tengah malam tadi 12 rumah rusak, saya terus pantau untuk update. Untuk korban jiwa maupun luka, nihil," kata dia. 

Saat ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo tengah melakukan peninjauan langsung terhadap para korban gempa di Pandeglang. 

Sponsored

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita juga dijadwalkan akan mengunjungi Pandeglang untuk mengecek dampak guncangan gempa bermagnitudo 6,9. 

Menteri Agus akan menyerahkan bantuan berupa tenda gulung, selimut, mi instan, lauk pauk dan makanan siap saji. Kementerian Sosial juga telah mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan 11 Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk membantu proses evakuasi warga yang mengungsi akibat gempa yang berpotensi tsunami.

Berita Lainnya