sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

SAFENet: Pemadaman internet jadi pola baru redam protes rakyat

Selama 2019, terjadi tiga kali pemadaman internet sepihak di Indonesia.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 13 Nov 2020 16:21 WIB
SAFENet: Pemadaman internet jadi pola baru redam protes rakyat

Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENet) Damar Juniarto menyebut, pemadaman internet menjadi pola baru pemerintah Indonesia dalam meredam gempuran protes rakyat. Sebelumnya, hanya memblokir akses pada situs atau aplikasi tertentu.

Pola baru pemadaman internet merupakan kebijakan untuk melanggar hak atas internet atas nama keamanan nasional, sebagaimana pernah terjadi di Rakhine (Myanmar), Kashmir (India), dan Catalan (Spanyol).

“Kita lihat pemicu dari tindakan ini lebih banyak karena adanya protes-protes yang berasal dari masyarakat, sekarang atas nama keamanan nasional melakukan pembatasan internet,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (13/11).

Antisipasi hoaks, perlambatan internet, percepatan proses pemulihan keamanan, dan pencegahan kerusuhan adalah beberapa istilah pemadaman internet secara sengaja untuk mengontrol arus informasi. Selama 2019, terjadi tiga kali pemadaman internet sepihak di Indonesia. Yaitu, di seluruh Indonesia pada 22-24 Mei 2019, di Papua dan Papua Barat pada 21 Agustus 2019, serta di Wamena dan Jayapura pada 23-29 September 2019.

Pemadaman pada 22-24 Mei 2020 terjadi karena unjuk rasa pascapengumuman hasil Pilpres 2020. Berdalih menangkal hoaks, pemadaman internet justru menyulitkan jurnalis melakukan verifikasi di lapangan. Imbasnya, terjadinya informasi satu arah dan monopolistik dari pemerintah.

“Pemadaman akses internet selanjutnya menjadi bukti bahwa pola itu pun kemudian semakin lumrah bagi pemerintah,” tutur Damar.

Ketika kerusuhan sipil pecah di beberapa kota di Papua Barat dan Papua karena diskriminasi rasial di Surabaya, alih-alih mengusut tuntas pelaku, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) malah melambatkan akses internet. Alasan mencegah hoaks terus digaungkan dengan membenarkan informasi versi pemerintah.

“Informasi versi lain bisa dicap hoaks atau berita palsu. Padahal, tidak sesederhana itu,” ucapnya.

Sponsored

Pemadaman internet menambah masalah terkait lama keterjangkauan akses internet di Indonesia pun belum tuntas. Dari segi lokasi, internet di Indonesia pada 2019 masih terkonsentrasi di Jawa atau 55%. Kemudian, Sumatera 21%, Papua 10%, Kalimantan 9%, Bali dan Nusa Tenggara 5%.

Berita Lainnya