logo alinea.id logo alinea.id

Sama-sama jerat Sofyan Basir, Kejagung akan koordinasi dengan KPK

Kejaksaan Agung kemungkinan menunggu proses hukum Sofyan Basir di KPK usai.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 31 Mei 2019 15:57 WIB
Sama-sama jerat Sofyan Basir, Kejagung akan koordinasi dengan KPK

Kejaksaan Agung akan berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait penuntasan kasus yang menjerat Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir di dua lembaga tersebut.

Di KPK, Sofyan terjerat kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 yang menjadikannya tersangka. Saat ini Sofyan Basir telah berstatus tahanan KPK.

Adapun di Kejaksaan Agung, Sofyan merupakan saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi penyewaan kapal Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP) dan pengadaan bahan bakar Kapal Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP) kerjasama antara PT PLN (Persero) dengan PT Karpowership.

“Kita nanti akan koneksi dengan KPK. Lagian di sini statusnya masih sebagai saksi,” ujar Prasetyo di Komplek Kejaksaan Agung, Jumat (31/5).

Menurut Prasetyo, pihaknya akan berkoordinasi agar proses perkara di Kejaksaan Agung tetap berjalan. Karena tidak menutup kemungkinan, Sofyan Basir akan dimintai keterangan lagi atau ditingkatkan statusnya menjadi tersangka dalam perkara yang ditangani Kejaksaaan Agung.

“Sekarang sedang menjalani kasus berbeda di sana dan penanganan di sini nanti kita lihat, apa selesai di sana dulu, baru di sini,” ucap Prasetyo.

Prasetyo pun menampik adanya tabrakan penanganan kasus Sofyan Basir di Kejaksaan Agung dan KPK. Ia juga mengelak jika dua institusi penegak hukum itu berlomba-lomba menetapkan tersangka dan menahan Sofyan Basir.

“Tidak ada istilah tabrakan atau terkesan saling berebut,” tutur Prasetyo.

Sponsored

Seperti diketahui sebelum ditetapkan sebagai tahanan KPK, Sofyan Basir sudah menjalani dua kali pemeriksaan sebagai saksi di Kejaksaan Agung. Dalam perkara tersebut, penyidik Kejaksaan Agung telah memeriksa 32 saksi dan menyita sejumlah barang bukti.