logo alinea.id logo alinea.id

Sandi kembali jadi Wagub, Annies sebut hanya spekulasi

Anies Baswedan ingin lebih dulu memastikan hasil Pilpres 2019 yang juga diikuti Sandiaga Uno.

Akbar Persada
Akbar Persada Senin, 22 Apr 2019 14:20 WIB
Sandi kembali jadi Wagub, Annies sebut hanya spekulasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai wacana kembalinya cawapres Sandiaga Uno ke Balai Kota DKI Jakarta untuk kembali menjadi wakil gubernur, hanyalah spekulasi semata. Karena itu, Anies enggan menerka-nerka dan menanggapi kabar tersebut. 

Apalagi hingga kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus memproses penghitungan suara  hasil Pemilu 2019, sehingga belum dipastikan apakah Sandiaga Uno kalah dalam kontestasi tersebut.

"Jadi kalau saya jawab itu, saya mendahului KPU. Kita tunggu sampai ada keputusan KPU, sesudah itu kita bicara," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/4).

Meski bersedia untuk membicarakan kembali kemungkinan tersebut, Anies mengingatkan mekanisme dan kewenangan pemilihan Wagub DKI berada di dua partai pengusungnya di Pilkada DKI 2017, yakni Partai Gerindra dan PKS. Karena itu, Anies akan menyerahkan hal itu pada dua partai tersebut.

"Sesungguhnya ini wilayahnya partai politik. Jadi, Gubernur itu tidak dalam posisi menyatakan iya atau tidak, karena memang tidak punya wewenang dalam urusan ini," ungkap mantan Menteri Pendidikan itu.

Berdasarakan real count KPU hingga pukul 13.15 WIB, Senin (22/4), pasangan Jokowi-Ma'ruf masih mengungguli pasangan Prabowo-Sandi. 

Pasangan nomor urut 01 memperoleh 13.169.744 atau 54,9% suara, sementara pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 10.818.482 atau 45,1% suara.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, tidak ada aturan yang dilanggar jika Sandiaga Uno kembali menduduki jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan. 

Sponsored

Berdasarkan Pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang berhak mengusulkan Sandiaga sebagai wakil gubernur kembali adalah partai pengusung pasangan Anies dan Sandiaga yakni PKS dan Gerindra. 

"Sandiaga bisa jadi pendamping Anies kalau diusung PKS dan Gerindra, tidak ada pelanggaran yang dilanggar. Tergantung PKS dan Gerindra-nya, nanti mau mengusung Sandi lagi jadi wakil gubernur," ujarnya.

Hanya saja dukungan tersebut perlu diberikan dengan hitung-hitungan yang matang. Apalagil jika Sandi benar-benar telah meninggalkan Partai Gerindra dan sudah memiliki kartu keanggotaan PAN.

Sementara itu, petinggi partai Gerindra dan PKS meyakini Sandiaga tidak akan turun kasta dan kembali menjadi wakil gubernus. Dua partai pengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, yakin kedua sosok tersebut akan melenggang ke Istana Negara.

"Prabowo-Sandi insya Allah menang. Kami menduga pada skema yang terbaik," kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Agma Suhaimi.

Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif. Menurutnya, wacana kembalinya Sandi menjadi pendamping Anies Baswedan hanyalah sebuah pepesan kosong.

"Itu dagelan tidak berkelas, sudah membingkaikan Sandi akan kembali jadi wagub. Sandi akan ke sebelahnya Balai Kota, di Kantor Wakil Presiden," kata Syarif. (Ant)

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB