sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tim SAR evakuasi 25 korban longsor pertambangan emas

Belum bisa dipastikan jumlah korban yang masih terjebak dalam longsoran tersebut.

Achmad Al Fiqri Armidis
Achmad Al Fiqri | Armidis Kamis, 28 Feb 2019 11:06 WIB
Tim SAR evakuasi 25 korban longsor pertambangan emas

Tim Search And Rescue (SAR) berhasil mengevakuasi 25 korban longsor pertambangan emas tanpa izin di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Kepala Seksi (Kasi) Tanggap Darurat BPBD Sulawesi Utara Abdul Muin Paputungan, menjelaskan hingga pukul 08.00 WITA, dari 25 korban yang berhasil di evakuasi, 19 korban dalam kondisi selamat, sedangkan 6 lainnya meninggal dunia.

"Saat ini ada satu korban lagi terdeteksi selamat, tetpi masi dalam proses evakuasi," kata Abdul, saat dihubungi Alinea.id, pada Kamis (28/2).

Abdul mengaku belum bisa memastikan jumlah korban yang masih terjebak dalam longsoran tersebut. Sebab, dirinya tidak mengetahui persis jumlah penambang yang ada saat insiden longsor terjadi.

Beberapa korban yang selamat mengalami patah tulang. Sebagian korban masih di rawat di Rumah Sakit Kota Mobagu.

"Tetapi sebagian lainnya sudah dipulangkan karena hanya mengalami luka ringan saja," ucap Abdul.

Proses evakuasi lanjutan pada hari ini, dimulai pukul 06.00 WITA. Abdul mengaku pihaknya kesulitan mengevakuasi para korban. Sebab, mayoritas korban terhimpit oleh bebatuan longsor.

Alat-alat berat untuk memudahkan proses evakuasi sudah berada di lokasi sejak kemarin. Namun, proses pencarian masih dilakukan dengan cara manual. Sebab, jika menggunakan alat berat, berpotensi menyebabkan terjadinya longsoran susulan. "Kontur tanah di lokasi longsor sangat labil," kata Abdul.

Sponsored

Abdul mengaku mendapat personil tambahan dari Basarnas Gorontalo, dan Kantor SAR Manado sebanyak 8 orang. Rencananya Basarnas Palu akan ikut bergabung untuk membantu proses evakuasi korban longsor.

"Jumlah personel tambahan kemungkinan masih bertambah," katanya.

Adapum tim gabungan evakuasi bencana longsor pertambangan emas tanpa izin terdiri dari BPBD Bolaang Mongondow, Basarnas Kota Mobagu, TNI, Polri, Basarnas Gorontalo, Kantor SAR Manado, dan juga masyarakat.

"Evakuasi terus dilakukan dan target kami semua korban yang terjebak bisa dievakuasi," kata Abdul.

Sementara Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menindak tambang ilegal. 

"Tindak tegas tambang ilegal dan tambang lainnya yang tidak memenuhi persyaratan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)," kata Bambang Soesatyo melalui keterangan persnya  di Jakarta, Rabu (27/2).

Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, juga menyarankan sinergi pemerintah untuk menertibkan praktik tambang ilegal.

Menurut politisi Partai Golkar itu, perlu kerja sama Kementerian ESDM dan Pemda mendata seluruh perizinan tambang yang diterbitkan. Dengan begitu, memudahkan pemetaan tambang-tambang yang tidak memiliki izin.

"Mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) bersama Pemerintah Daerah segera untuk melakukan pendataan ulang terhadap seluruh izin tambang yang telah dikeluarkan," ucap dia.

Sedangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat. Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Kementerian ESDM juga telah mengirim surat kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar praktik tambang ilegal segera ditertibkan.

"Sudah berkirim surat atas nama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara agar masalah ilegal tambang cepat selesai," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Rabu (27/2).

Agung mengaku tidak bisa bertindak jauh soal pertambangan ilegal. Sebab, itu murni persoalan hukum.

Pihak Kementerian hanya melakukan pengawasan terhadap pertambangan yang memiliki izin. "Kementerian ESDM hanya membina dan melakukan pengawasan bagi pertambangan legal, kalau ilegal tambang itu ranah hukum," ujar Agung.