sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Satgas akui libur panjang picu lonjakan kasus Covid-19 di DKI

Kerumunan massa yang mengikuti kegiatan yang dihadiri Rizieq Shihab juga menyebabkan meningkatnya jumlah infeksi.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 23 Nov 2020 15:14 WIB
Satgas akui libur panjang picu lonjakan kasus Covid-19 di DKI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, mengakui, kenaikan kasus penularan di DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir imbas libur panjang lalu.

"Memang harus diakui terjadi peningkatan kasus selama libur panjang yang lalu. Namun, kalau dilihat angkanya, masih bisa dikendalikan. Artinya, tidak lebih tinggi dibandingkan libur panjang di bulan Agustus yang lalu,” ucapnya dalam telekonferensi, Senin (23/11).

Peningkatan kasus juga dampak kerumunan massa saat menjemput pendiri Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada 10 November. Juga beberapa kegiatan maulid Nabi yang menghadirkan Rizieq, seperti di Tebet, Jakarta Selatan; Petamburan, Jakarta Pusat; dan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Karenanya, Satgas Covid-19 mengajak simpatisan Rizieq yang mengikuti sebagian atau seluruh kegiatan tersebut melakukan tes usap (swab test) antigen di puskesmas. "Pemeriksaan itu dilakukan secara gratis kepada masyarakat. Hal ini sangat penting agar bisa sesegera mungkin diketahui, apakah mereka yang ikut kerumunan tersebut terpapar atau tidak,” jelasnya.

Di sisi lain, Doni mengungkapkan, okupansi ruang unit perawatan intensif (ICU) di beberapa provinsi di atas 70%. Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, misalnya. Sedangkan di Jakarta sebesar 69,60%. “Ini pun harus kita upayakan menambah lagi. (Untuk antisipasi) peningkatan kasus karena kegiatan-kegiatan kerumunan (tadi)."

Data tersebut berbeda dengan yang disampaikan pakar epidemiologi dan biostatistik Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono. Dirinya memaparkan, keterisian tertinggi di Indonesia ada di Jawa Tengah dengan 90%. "Lebih tinggi lagi (daripada di Jakarta)," ucapnya saat dihubungi Alinea.id.

"Kalau diketatin bisa mati semua. (Namun) sudah terlanjur. (Pemerintah) sudah dikasih tahu jangan liburan panjang, tetapi masih libur panjang," imbuhnya.

Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, sebelumnya menyebut, keterisian tempat tidur rumah sakit (TT RS) untuk perawatan pasien Covid-19 di Ibu Kota terjadi peningkatan dalam dua pekan terakhir. Sebanyak 4.417 dari 6.012 TT isolasi (73%) terisi dan okupansi ICU sebesar 591 dari 841 ruang (70%).

Sponsored

Berikut perincian data dari 98 RS rujukan Covid-19 di Jakarta per 21 November:
- 19 RSUD memiliki 1.554 TT isolasi dengan okupansi 68% dan 230 TT ICU dengan tingkat keterpakaian 75%,
- 9 RS vertikal Kemenkes memiliki 652 TT isolasi dengan okupansi 63% dan 165 TT ICU dengan tingkat keterpakaian 75%,
- 6 RS TNI/Polri memiliki 796 TT isolasi dengan okupansi 73% dan 130 TT ICU dengan tingkat keterpakaian 43%,
- 6 RS BUMN/kementerian lain memiliki 745 TT isolasi dengan okupansi 73% dan 143 TT ICU dengan tingkat keterpakaian 76%, serta
- 58 RS swasta memiliki 2.265 TT isolasi dengan okupansi 81% dan 173 TT ICU dengan tingkat keterpakaian 75%.

Berita Lainnya