sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Satgas Covid-19 minta DKI dan Jateng evaluasi implementasi prokes

Peningkatan kasus Covid-19 hanya dapat dicegah melalui disiplin yang tinggi.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 01 Des 2020 19:45 WIB
Satgas Covid-19 minta DKI dan Jateng evaluasi implementasi prokes
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Satgas Penanganan Covid-19 meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng) untuk mengevaluasi implementasi dan penegakan disiplin protokol kesehatan. Permintaan itu didasari oleh lonjakan pertumbuhan kasus Covid-19 yang didominasi dua provinsi tersebut dalam sepekan terakhir.

"Terkait peningkatan kasus secara drastis di DKI dan Jateng, Satgas meminta kepada kepala daerah untuk mengevaluasi, implementasi protokol kesehatan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat secara bersama serta penegakan disiplin terkait prokes yang dilakukan satgas di daerah," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers, Selasa (1/12).

Menurutnya, peningkatan kasus hanya dapat dicegah melalui penerapan disiplin masyarakat yang tinggi terhadap protokol kesehatan.

"Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan satgas di daerah untuk memastikan bahwa kasusnya dapat dikendalikan kembali," tutur Wiku.

Saat disinggung terkait penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total, Wiku tak menjawab dengan tegas. Sebab, kata dia, kebijakan tersebut merupakan wewenang dari pemerintah daerah. Namun, dia mengingatkan kepada pemangku kewenangan daerah agar mempertimbangkan berbagai aspek bila ingin menerapkan PSBB total.

"Tentunya harus mempertimbangkan dampak yang dihasilkan terhadap berbagi sektor. Hal yang harus diingat pandemi Covid-19 merupakan persoalan kesehatan yang berdampak luas ke berbagai sektor, sehingga penanganan yang dilakukan mesti multisektor. Sehingga nantinya tidak ada yang dikorbankan," tutur Wiku.

"Penanganan Covid-19 harus betul-betul dengan prinsip kehati-hatian dan memperhatikan segala aspeknya. Dan itu yang dilakukan pemda dengan baik," pungkas Wiku.

Sebagai informasi, DKI Jakarta dan Jawa Tengah tercatat mendominasi pertumbuhan kasus coronavirus tinggi pada pekan ini. Setidaknya, hal itu tergambar pada laporan kasus Covid-19 per 25 November yakni DKI Jakarta menorehkan 1.273 kasus, dan Jawa Tengah 1.008 kasus.

Sponsored

Selain itu, data per 28 November 2020 juga menunjukkan dua daerah itu tertinggi pertumbuhan kasus Covid-19. Dari laporan Satgas Penanganan Covid-19, DKI Jakarta melaporkan 1.370 kasus dan Jawa Tengah 1.118 kasus.

Berita Lainnya